SHARE

METROPOLITAN – Sejumlah masalah internal maupun eksternal tengah menyelimuti Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor. Di tengah sorotan semua pihak terhadap berbagai kasus, baru-baru ini perusahaan pelat merah itu merombak pegawainya. Ada mutasi maupun rotasi pegawai sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PDPPJ Nomor: 821/KEP.173-PDPPJ/2017 dan Nomor: 821/KEP.174-PDPPJ/2017.

Kabar dari sumber Metropolitan menyebutkan, mutasi dilakukan untuk mengakhiri konflik antarpegawai maupun mencegah terjadinya perselingkuhan yang belum lama ini heboh terjadi diinternal perusahaan. Sedikitnya ada 45 pegawai PD PPJ yang dimutasi pada Selasa (9/10) lalu di kantornya Jalan Siliwangi No. 31 Kota Bogor . Namun dalam situs resmi www.pdppjkotabogor.com, Direktur Utama PDPPJ Andri Latif A Masjoer menyampaikan rotasi atau perputaran posisi kerja adalah hal biasa dan wajar di sebuah perusahaan atau instansi. Tujuannya adalah penyegaran untuk memberikan pengalaman baru, adapun posisi – posisi yang sudah ditempatkan sudah melakukan kajian dan pertimbangan.

Hal tersebut, kata dia, harus dilakukan agar kebosananan, kesuntukan dalam bentuk pekerjaan akan mengakibatkan ritme pekerjaan bukan semakin baik, akan tetapi menurun. Dengan adanya semangat baru, pegawai keluar dari zona nyaman sehingga bisa meningkatkan produktifitas kerja. “Jabatan adalah semata mata titipan dari Allah Swt, hanya sesaat dibanding apa yang dilakukan di akhirat nanti. Jalani amanah ini dengan semangat dan sebaik baiknya serta serius bahwa inilah bekal kita untuk mendapatkan rizki yang halal dan barokah. Semoga dengan adanya rotasi ini, PDPPJ menjadi lebih baik lagi, dan lebih semangat lagi,” Jelasnya.

Sebelumnya, segudang persoalan menimpa PDPPJ Kota Bogor. Dari mulai adanya kerugian yang dialami PD PPJ hingga adanya perselingkuhan di internal karyawannya. Sumber Metropolitan dari internal PD PPJ menyebutkan dari hasil evaluasi, terakhir PD PPJ disebut mengalami kerugian mencapai Rp6 miliar. Jumlah kerugian tergolong fantastis setelah di tahun sebelumnya PD PPJ sanggup memberikan laba mencapai Rp1,32 miliar. Selain kabar kerugian, muncul pula isu perselingkuhan antarpegawai. Puncaknya, Selasa (22/8) lalu seorang lelaki yang merupakan suami dari staf berinisial FR mendatangi kantor PD PPJ di gedung Shangrila di Jalan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur. Lelaki itu mencari salah satu Kabag K3 Hayqel Mahri yang diduga menjalin hubungan asmara dengan istrinya yang tak lain staf pribadi. Sampai-sampai bukti percakapan FR dan Hayqel pun beredar dan jadi pergunjingan. Atas mencuatnya kasus ini, Hayqel pun akhirnya mebuat laporan resmi ke Polsek Bogor Timur dengan tuduhan pencemaran nama baik. Ditemui Metropolitan, Hayqel membantah adanya tuduhan perselingkuhan. “Saya dengan dia hanya hubungan kerjaan, tidak lebih. Andaipun saya berkomunikasi dengan FR, suaminya pun mengetahuinya,” ujar Hayqel kepada Metropolitan.

(*/ryn/b/els)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY