SHARE

PARUNGPANJANG – Musyawarah warga dan pengambang Sentraland di terkait penutupan akses jalan warga Kampung Ciparai Bakti RT 03/05 Desa Parungpanjang oleh pengembang Sentraland di Kantor Kecamatan Parungpanjang menemui jalan buntu. Kedua belah pihak bersikukuh dengan pandangan masing-masing.

“Memang betul, tidak ada salahnya tanah yang sudah terbeli oleh pengambang Sentraland itu diberi pagar. Tapi meskipun itu, beri akses jalan untuk kami melintas jangan ditutup,” salah seorang warga Hernandi Kepada Metropolitan, kemarin.

Ia mengatakan, musyarawah bersama pihak pengembang, yang dihadiri juga camat, kapolsek dan Kades Parungpanjang tidak menemukan titip temu dan solusi dari masalah tersebut.

“Saya sebagai warga hanya ingin diberi akses jalan saja, kalau ditutup bagaimana bisa lewat, pagar panel pun terpampang di depan rumah saya,” ungkapnya.

Sementara Camat Parungpanjang Edi Mulyadi menambahkan, kalau pertemuan tersebut belum menemukan titik temu. Sementara Hernadi berencana ingin merundingkan dulu  terkait lahannya yang tertutup pagar perumahan Sentraland tersebut.

“Kita tunggu dua sampai tiga hari keputusan dar pihak keluarga Hernandi,” kata camat.

Sementara itu, pihak dari pengembang Perumahan Sentraland yang turut hadir dalam musyarawah tersebut saat di temui Metropolitan, enggan berbicara banyak. Humasnya Ujang mengaku tidak tahu. “Iya saya tidak tahu terkait hal ini,” pungkasnya.

(sir/c/sal)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY