SHARE
METROPOLITAN – Bagi orang Indramayu mendengar kata Rumbah mungkin sudah tidak aneh lagi. Rumbah adalah sejenis gado-gado atau pecel yang terbuat dari sayuran yang direbus seperti kangkung, kacang panjang, dan tauge diberi sambal kacang dan cabe yang pedas. 
Setiap daerah di Indramayu memiliki makanan khas yakni Rumbah tetapi tentu sayuran dan sambalnya berbeda-beda, ada yang menggunakan daun semanggi, nangka muda yang direbus dan sambal yang diberi petis dan ada juga yang menggunakan campuran kelapa untuk bumbunya.
Tapi jika Anda berkunjung di Warung Reang yang terletak di Karangsong Indramayu ada yang berbeda, pasalnya rumbah yang dijual di Warung Reang ini menggunakan sayuran bukan dari kangkung, kacang panjang, atau daun semanggi, melainkan menggunakan rebusan pohon mangrove.
Banyak orang beranggapan bahwa pucuk daun dari tanaman mangrove tidak bisa dimasak apalagi dibuat rumbah. Tetapi di tangan dingin Bapak Abdul Latief di Warung Reang bisa digunakan untuk salah satu bahan untuk membuat rumbah ditambah dengan tauge kemudian disiram dengan sambal kacang dan cabe merah yang khas.

Rumbah Mangrove di Warung Reang Karangsong ini merupakan satu-satunya rumbah yang menggunakan bahan dari pucuk tanaman mangrove yang dijual untuk umum di Indramayu. Biasanya mereka membuat untuk dikonsumsi sendiri.
Menariknya rumbah ini tidak dijual setiap hari melainkan pada saat ada pesanan dari instansi atau perorang serta untuk menjamu tamu dari luar Indramayu. Rumbah mangrove ini terbuat dari pucuk tanaman mangrove jenis tertentu yang direbus bersama dengan tauge lalu disiram dengan sambal kacang dengan parutan kelapa dan bumbu khas seperti cabai, gula merah dan penyedap rasa.

Bahkan beberapa waktu lalu, Rumbah Mangrove ini dihidangkan kepada perwakilan duta besar yang berkunjung ke Indramayu dalam rangka memperkenalkan pariwisata Indramayu kepada mereka. Sehingga diharapkan beberapa di masa yang akan datang bisa mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indramayu.
Mereka tampak antusias menikmati makanan rumbah mangrove tersebut, karena mereka bilang baru melihat ada tanaman mangrove yang diolah menjadi makanan. Karena selama ini tanaman mangrove terkesan hanya tanaman yang dapat melindungi pantai dari abrasi dan sebagai ekosistem beberapa makhluk hidup di pesisir pantai.
sumber : viva.co.id

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY