News, Sport and Lifestyle

21 Kedubes Sukses Ramaikan Festival Pesona Budaya

METROPOLITAN – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupa­ten Bogor sukses menggelar Festival Pesona Budaya 2017. Acara ini diikuti 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Sejum­lah daerah di luar Kabupaten Bogor bahkan 21 negara tetangga ikut mera­maikan acara.

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, kehadiran perwakilan negara sahabat memberikan indikasi positif bahwa Kabupaten Bogor sudah men­jadi salah satu perhatian dunia di bidang seni, budaya dan pariwisata. Sehingga potensial menjadi destinasi pariwisata unggulan yang berdaya saing tinggi.

“Tercatat 21 perwakilan negara sahabat hadir dalam acara ini. Kegiatan ini diu­payakan menjadi even nasional bahkan internasional. Sehingga akan mening­katkan apresiasi dan dukungan masy­arakat terhadap upaya pelestarian ke­kayaan budaya daerah, juga memper­kuat kedudukan atraksi budaya sebagai daya tarik yang potensial dalam konteks pengembangan industri kepariwisataan internasional,” bebernya.

Nurhayanti juga berterima kasih ke­pada Kementerian Pariwisata RI, Ke­menterian Luar Negeri, Bank Jabar Ban­ten (BJB) serta Lorin Sentul atas dukungan­nya dalam perhelatan ini.

“Tahun depan tak hanya kesenian tra­disional Bogor yang ditampilkan, tapi juga tarian atau kesenian dari negera sahabat. Saya juga berterima kasih ke­pada 40 camat yang sudah mendukung kegiatan ini,” terangnya.

Di lain hal, Nurhayanti mengatakan, di tengah dinamika masyarakat yang sangat majemuk, upaya penguatan bu­daya lokal perlu dilaksanakan intensif, berkesinambungan dan berkelanjutan. Bukan hanya demi kepentingan peles­tarian dan membentengi ketahanan moral masyarakat, tapi juga memberikan ruang kreativitas bagi seniman dan bu­dayawan untuk mengekspresikan ke­mampuannya.

“Tantangannya adalah bagaimana po­tensi seni dan budaya bisa mengakar dalam kehidupan masyarakat bukan hanya sebagai identitas daerah, tapi juga dalam kaitannya dengan peng­embangan sebagai ikon pariwisata,” tambahnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, sambung Nurhayanti, dalam perhelatan ini digelar pula Festival Makanan dan Mi­numan. ”Hal ini tak hanya berkaitan dengan promosi keragaman bentuk, jenis, rasa dan jaminan keamanan pangan, tapi lebih berhubungan dengan aspek sosial budaya,” pungkasnya.

(yos/b/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *