News, Sport and Lifestyle

Disdik Kota Hujan Gelontorkan Rp2 Miliar

 

METROPOLITAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, akan mempersiapkan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk menyediakan perangkat komputer untuk keperluan sekolah di Kota Bogor. Bantuan ini akan diperuntukan untuk satuan pendidikan SD dan SMP SeKota Bogor. Tujuannya, demi meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus Kota Bogor menjadi kota pertama di Asia Pasifik yang menjadi percontohan dalam memanfaatkan teknologi.

“Anggaran ini diluar anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin, kepada Metropolitan seusai Peluncuran Hasil Penilaian Kesiapan Teknologi Pendidikan Nasional di Balaikota Bogor, kemarin.

Tidak hanya menganggarkan perangkat komputer, sambung dia, untuk meningkatkan kompetensi guru di berbagai bidang dan tak terkecuali bidang teknologi, pihaknya sudah menganggarkan dana lebih dari Rp 2 Miliar untuk pelatihan guru TK, SD dan SMP.

“Kami juga mengadakan hasil survei dan riset dari HP (Hawlett-Packard) bekerja sama dengan Universitas Paramadina dalam program HP NETR (National Education Technology Readiness Assessment),” bebernya.

Fahrudin menjelaskan, terlihat pemetaan yang jelas apa aja yang harus didahulukan Disdik yakni, pendidikan kompetensi bagi guru. Pelatihan juga bertujuan sebagai bentuk motivasi kepada guru agar para guru semakin memaksimalkan teknologi dalam belajar mengajar.

“Pelatihannya mengenalkan situs situs yang bisa dimanfaatkan saat belajar, cara mengaksesnya secara lebih cepat dan lainnya. Kami juga akan memotivasi guru dan memberikan kesan belajar kalau teknologi sangat memberikan kemudahan dalam mengajar,” ucapnya.

Menurutnya, hal ini tidak akan terlalu sulit sebab 97 persen guru sudah siap menggunakan teknologi. Selain itu, pemanfaatan teknologi di sekolah pun sebenarnya sudah dilakukan lewat Dapodik (Data pokok pendidikan) yang 100 persen SD di Kota Bogor sudah menerapkanny. Sehingga Disdik hanya perlu mensupport lebih di sisi pelatihan dan perangkatnya.

“Nantinya semua sekolah di Kota Bogor kualitasnya akan setara dan merata. Itu juga berdampak pada program zortasi sekolah yang akan berjalan dengan alami,” pungkasnya.

(Tur/ar/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *