News, Sport and Lifestyle

Kado Dari Belanda

METROPOLITAN – Sebagai hadiah ulang tahun ke-200 Kebun Raya Bogor (KRB) beberapa waktu lalu, pemerintah Belanda melalui duta besarnya mem­berikan hadiah berupa Ecodome seba­gai wahana edukasi baru di KRB. Wa­hana berbentuk kubah yang berisi tum­buhan dan bunga ini tersedia di KRB hingga November 2018.

“Ini menjadi hadiah ulang tahun KRB yang terpilih untuk Ecodome, sebuah miniatur lingkungan,” kata Kepala PKT Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Didik Widyatmoko.

Sebelum singgah di Bogor, tambah Didik, Ecodome juga sempat singgah di Amsterdam, Belanda dan Philadelphia, Amerika Serikat. Sifatnya yang temporer dan berpindah-pindah, wahana ini acap kali disebut Travelling Ecodome. “Wa­hana Ecodome ini akan hadir di Kebun Raya Bogor dan dapat dikunjungi oleh peng­unjung selama 1 tahun kedepan, yakni November 2017 – November 2018. Indonesia, sebagai negara berkembang pertama yang disinggahi Ecodome, dinilai dari bebe­rapa faktor, terutama kon­disi lingkungan di Indonesia. Pasalnya, permukaan Eco­dome dipenuhi dengan lumut membuatnya tampil dan be­kerja maksimal selama satu tahun,” paparnya.

Pihak KRB, sambung Didik, mengagendakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan suasana di dalam Ecodome, seperti kegiatan yang dirang­kai dalam “Calender of Event” KRB. “Banyak kalender ke­giatan yang kami lakukan, diantaranya Festival Peduli Sampah, Hari Menanam Po­hon Nasional, Hari Bumi, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional,” lanjutnya.

Didik melanjutkan, Eco­dome KRB bisa dikunjungi masyarakat tanpa dipungut biaya. Pada hari biasa, Eco­dome buka mulai pukul 09:00-12:00 WIB dan 13:00-15:00 WIB. “Sementara Sabtu dan Minggu, Ecodome buka lebih pagi, yakni sejak pukul 08:00-12:00 WIB dan 13:00-15:00 WIB,” sambungnya.

Terpisah, Deputi Ilmu Peng­etahuan Hayati LIPI Enni Sudarmonowati mengaku optimis Ecodome bisa men­jadi sarana edukasi mengenai lingkungan kepada masyara­kat. “Terutama sasarannya generasi muda. Jadi mereka bia belajar banyak hal dengan melihat melihat langsung,” ungkapnya.

Enni menjelaskan, agar edu­kasi Ecodome bisa maksimal, pengelola bakal menyediakan 20 pemandu yang secara ber­gantian menjelaskan kepada pengunjung mengenai sistem hijau yang ada di dalam Eco­dome. “Kita juga adakan work­shop yang berhubungan dengan konservasi lingkungan dan diklat. Semua akan dido­rong agar terlaksana dalam setahun ke depan, kerja sama dengan Duta Besar Belanda,” tandasnya.

Berbagai filosofi, lanjut Enni, terdapat dalam Eco­dome yang terkait dengan lingkungan, seperti eksterior kubah yang diselimuti lumut berfungsi menahan air hujan dan menyerap partikular dari udara. “Tidak hanya tek­nik dan konsep alami Eco­dome yang menarik perha­tian, interior serta desain proyek ini juga berkarakter unik. Di tengah kubah terda­pat sebuah bangunan berupa bunga besar berwarna oranye setinggi 10 meter, disertai bangku taman yang bisa di­duduki pengunjung. Bisa jadi spot foto,” bebernya.

Sementara Duta Besar Be­landa untuk Indonesia Rob Swartbol yang juga meresmi­kan Ecodome menambahkan, hadiah ini menunjukkan ika­tan kerja sama yang erat an­tara Pemerintah Belanda dengan Indonesia. “Di Eco­dome, pengunjung bisa me­lihat, mencium hingga me­nikmati bagaimana paduan hijau dalam gaya hidup,” tuntasnya.

(ryn/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *