News, Sport and Lifestyle

Kenalkan, Salak Maco Oleh-oleh Khas Puncak

MEGAMENDUNG – Talas ternyata bukan satu-satunya hasil bumi khas Bogor yang banyak dijajakan di Puncak Bogor. Di kawasan Puncak ternyata terdapat buah yang dijajakan asli hasil bumi dari kawasan tersebut. Buah tersebut adalah sejenis salak yang bernama Salak Maco atau Salak Madu Coblong.

Salak tersebut diajajakan di jalan alternatif Puncak, Jalan Raya Cikopo Selatan, Desa Sukakarya, dekat Polsek Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Pedagang salak tersebut, Abdul Salam (50), mengatakan bahwa nama ‘Coblong’ di ambil dari nama kampung tempat menanam salak di desa tersebut.

“Ini namanya Salak Maco, maksudnya Madu Coblong, namanya Coblong karena ditanamnya di Kampung Coblong di Desa Sukakarya sini,” ujar Abdul. Dia juga mengatakan bahwa kelebihan dari Salak Maco tersebut adalah tidak mempunyai rasa ‘kesed’ seperti salak pondok yang banyak dijual di Pasar.

Salak tersebut sudah dijual selama 2 tahun belakangan dan belum merambah ke pasar-pasar.“Udah dua tahunan, ini belum dijual di pasar, di sini aja di sepanjang jalan Megamendung ini,” katanya. Abdul mengaku menjual salak tersebut dengan variasi harga per kilonya disesuaikan ukuran salak yang dijual.

“Saya bawa 1 kwintal, kadang satu hari bisa habis, kadang juga sisa beberapa kilo atau malahan masih banyak,” katanya. Bagi wisatawan Puncak yang melewati jalur alternatif Puncak via Ciawi atau Gadog, tidak salahnya mencoba salak asli Puncak ini. Di mulai dari Rp 10 ribu, Rp 15 ribu, Rp 17.500 hingga Rp 20 ribu per kilo.

(tib/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *