News, Sport and Lifestyle

Ketum PPP Hadiri Temu Ulama Internasional di Sukabumi

METROPOLITAN – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy, menghadiri acara Multaqo Sanawiy Internasional & Haul Abuya as Sayyid Muhammad bin Alwiy bin Abbas al Malikiy al Hasaniy. Pria yang akrab disapa Gus Romi itu dijadwalkan menjadi pencermah utama. Acara Temu Ulama’ Internasional tersebut akan berlangsung selama 2 (dua) hari, yaitu tanggal 15-16 Nov 2017 di Ma’had Darul Habib Islamic Boarding School Sukabumi.

Gus Romi yang hadir bersama Anggota Fraksi PPP DPR RI, H. Mukhlisin, KH. Muslih ZA serta fungsionaris DPP PPP Choirul Sholeh Rasyid, tiba di lokasi pukul 09.00 WIB. Kehadiran Ketum PPP tersebut disambut hangat Pengasuh Pondok Pesantren Darul Habib Islamic Boarding School, Habib Nopel Abdullah Alkaff dan KH. M. Ihya Ulumuddin, pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Pujon, Malang yang sebelumnya sudah berada di lokasi acara.

Sesuai tema acara, ‘Hubbul Wathon dan Peran Ash Shofwah dalam Mempertahankan NKRI dengan Manhaj Abuya al Malikiy’, Gus Romi dalam ceramahnya menyinggung soal dinamika politik Islam di tanah air. Menurutnya, secara teologis, agama dan politik tidak dapat dipisahkan. Alquran memperlakukan kehidupan manusia sebagai suatu keseluruhan yang organik. Artinya, semua bidang kehidupan manusia harus dibimbing petunjuk-petunjuk yang bersumber dari Alquran, termasuk di dalamnya adalah kehidupan politik. Karena itu, perkembangan politik di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pergulatan politik Islam di Indonesia.

Kondisi perpolitikan Islam di Indonesia sangat dinamis seiring dengan dinamika parpol parpol berbasis Islam yang terus berproses untuk menemukan bentuk terbaiknya, dalam mengemban amanat ummat. “Meskipun mengalami pasang surut dalam perjalanannya, eksistensi parpol Islam tetap harus dipertahankan dan diperjuangkan. Keberadaannya sangat dibutuhkan untuk kanalisasi perjuangan umat Islam. Bisa juga menjadi jalan solusi menghadang gerakan ekstremisme di Indonesia. Di samping karena dua hal tersebut, suatu hal yang paling penting dari eksistensi Parpol berbasis Islam adalah sebagai upaya pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam hukum positif di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Gus Romi, umat Islam tidak boleh pesimis dengan keadaan saat ini. “Hal yang yang perlu dilakukan adalah menebar kedamaian Islam, karena NKRI sudah final, tidak perlu diperdebatkan lagi. Tidak perlu membentuk Negara Islam Indonesia, karena hukum Islam secara bertahap telah terintegrasi ke dalam peraturan perundang-undangan. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana cara memagarinya agar hukum di Indonesia tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, Politik Islam harus benar-benar dijaga agar senantiasa menjadi pelindung utama tetap tegaknya ajaran Islam serta alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri 1.500 peserta lebih, yang umumnya para tokoh masyarakat, kiai, dan habaib yang datang dari berbagai penjuru nusantara. Bahkan, acara tersebut dihadiri para habaib dari manca negara dalam rangka sharing isu isu yang terjadi di dunia Islam  sekaligus dalam rangka penguatan Islam Ahlussunah wal Jamaah, dengan visi Islam yang lebih tawassuth (moderat) dan dakwah yang lebih merangkul.

(ade/ram/rum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *