News, Sport and Lifestyle

Lokasi Dibangunnya Vihara Jadi Galian Tanah Merah

CITEUREUP – Adanya proyek pembangunan Vihara di area RW 08, Desa Tangkil menuai persoalan. Proyek pembangunan itu diam-diam diduga memperjualbelikan tanah galian. Pasalnya di lokasi proyek tampak mobil truk besar yang biasa memuat tanah. “Truk tanah keluar masuk dari proyek tersebut, sepertinya di jual ke luar,” tukas Samudra (33) warga setempat kepada Metropolitan, kemarin.

Akibatnya, kondisi jalanan menjadi kotor akibat sisa tanah merah dari galian dari dalam proyek itu. “Kalau rapi, tak apa-apa. Masalahnya, tanah merahnya berceceran ke jalan,” tukasnya.

Pantauan Metropolitan, di lokasi proyek nampak puluhan pekerja tengah melakukan pembangunan. Di lokasi pula, terletak beko yang tengah menggaruk tanah merah. Kemudian tanah-tanah itu ditaruh ke truk selanjutnya kemudian dibawa keluar proyek. Saat hendak dikonfirmasi, para pengelola dan pengurus yayasan tak ada dilokasi. “Kalau hari Senin biasanya kesini. Jadi sekarang kosong,”singkatnya security.

Informasi yang diterima Pusdiklat Yayasan Baswara Dharma Indonesia ini merupakan pusat Vihara terbesar di Indonesia kelak. Yayasan ini mendapatkan sumbangan tanah dari Bos Pabrik Momogi yang telah berniat untuk membantu membangun yayasan tersebut. Proses pembangunan Yayasan Baswara Dharma Indonesia sendiri memerlukan dana yang cukup banyak kisaran Rp 100 miliar.

Selain itu, tempat ini dipercaya selain  tempat ibadah bagi agama Budha juga  berfungsi sebagai tolak bala, dan penghilang masalah atau problematika kehidupan.

(tri/b/sal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *