News, Sport and Lifestyle

Markas Geng Samurai’ Digerebek, 1 Ditembak, 13 Diringkus

METROPOLITAN –  Belasan pemuda berusia produktif akhirnya diringkus Satreskrim Polres Bogor. Siapa sangka jika geng motor Moonraker yang baru dibentuk tiga bulan lalu itu jadi kedok anggotanya melakukan aksi begal. Para pelakunya pun dikenal sadis, tanpa tedeng aling-aling tega melukai korbannya dengan samurai. Kemarin, markas geng ‘samurai’ di kawasan Parungkuda, Karadenan, berhasil digerebek. Maraknya aksi begal geng ‘samurai’ jadi perhatian jajaran Polres Bogor.

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, sudah ada tiga korban yang melaporkan aksi beringas geng ‘samurai’. Di an­taranya terjadi di Jalan Raya Mayor Oking, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Jalan Raya Lanbouw, Kelurahan Babakan­madang, dan Jalan Tegar Beriman dekat Jembatan Ciliwung.

Pengintaian pun dilakukan terhadap rumah yang jadi markas komplotan begal ber­kedok geng motor. Termasuk rumah kontrakan pentolan geng ‘samurai’ di kawasan Ci­karet, Cibinong.

Ketua geng motor berinisial H (25) warga Cimahpar, Kota Bogor, berhasil dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki kakannya, termasuk me­nangkap kedua penadah barang curian.

Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Polisi Agung Budi Ma­ryoto mengatakan, dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menemukan markas geng motor Moonraker di daerah Parungkuda, Karadenan, Ka­bupaten Bogor. Korban geng motor yang melaporkan ke Polres Bogor ada tujuh orang. Salah satunya korban MK, warga Cibinong. Ia sempat dibacok dan akhirnya motor­nya dirampas. Atas laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap salah satu anggota geng motor tersebut pada Senin (20/11).

“Para pelaku lainnya ditang­kap Satreskrim Polres Bogor berjumlah sepuluh orang di rumahnya masing-masing. Sementara ketua geng motor Moonraker berinisial H (25) ditangkap di rumah kontrakan barunya di daerah Cikaret, Kecamatan Cibinong. Karena saat penangkapan H melaku­kan perlawanan, pihaknya melepaskan timah panas ke arah kaki ketua geng motor tersebut,” jelasnya.

Ia melanjutkan, sebelum melancarkan aksinya, ketua geng motor mengumpulkan dan memberikan arahan ke­pada anggotanya serta mem­bagikan senjata tajam. Sela­njutnya mereka berkonvoi sambil mencari korban.

Setelah menemukan sasaran­nya, para pelaku melakukan penyerangan dengan tidak segan membacok korban demi merampas kendaraan dan barang berharga lainnya.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, para geng motor ini sudah melakukan peram­pasan sepeda motor sebanyak 15 kali di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.

“Alhasil, 14 orang pelaku di antaranya H (25), EMD (23), SW (20), DL (19), RU (20), EF (22), AS (20), ROR (19), MR (18), AD (16), FA (19), YH (34) dan penadah berinisial M (36) dan AP (31) berhasil diaman­kan. Bahkan pelaku penadah mengaku menerima motor dari ketua geng lebih dari se­puluh kali,” katanya.

Agung mengungkapkan, se­lain 14 pelaku, pihaknya juga menyita barang bukti. Di an­taranya satu buah tongkat baseball, enam buah celurit, satu buah samurai, satu buah helm, satu unit laptop merek Lenovo, satu buah STNK Ka­wasaki Ninja, satu unit Suzuki Satria FU, satu unit Honda Beat hitam-orange, empat unit se­peda motor yang digunakan pelaku untuk penyerangan, satu unit Yamaha Vixion biru, satu unit Honda Beat putih, dua unit Honda Beat hitam, satu unit Honda Vario hitam, lima buah STNK dari pelaku dan enam STNK dari penadah.

“Para pelaku terancam dijerat pasal berlapis, antara lain 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun, UU darurat tentang kepemilikan senjata taman tanpa izin, 170 KUHP tentang melakukan ke­kerasan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman penjara lima tahun enam bulan. Sedangkan untuk pelaku pena­dah dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman kurungan penjara lima tahun,” tandasnya.

TIAP MALAM MINGGU REKRUT ANGGOTA BARU

Sementara itu, Kapolres Bo­gor AKBP AM Dicky Pastika Gading menjelaskan, geng motor Moonraker di Kabupa­ten Bogor diketahui baru tiga bulan berdiri. Untuk merekrut anggotanya, mereka menyebar­kan brosur dan menetapkan tarif biaya administrasi untuk anggota baru. “Mereka meny­ebarkan brosur kepada ang­gota baru,” kata Dicky.

Selama tiga bulan itu, Moon­raker diketahui sudah memi­liki belasan anggota. “Dalam kegiatannya, mereka melakukan tindak pidana pencurian motor, di mana mereka tidak segan-segan melakukan peng­aniayaan kepada korbannya,” sambung Dicky.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro menambahkan, geng ‘samurai’ itu merekrut kalangan remaja menjadi ang­gotanya. “Mereka merekrut dengan cara menyebarkan bro­sur kepada calon anggota saat nongkrong-nongkrong. Biasanya malam weekend mereka nong­krong,” ujar Bimantoro.

Calon anggota baru diharus­kan membayar biaya admi­nistrasi dan menulis biodata diri pada formulir. “Biayanya bervariasi,” imbuhnya.

Terkait apa yang dilakukan Moonraker terhadap anggota baru dalam proses perekrutan itu, Bimantoro mengaku belum mendalaminya. “Kami belum ke arah situ, karena masih fo­kus pada tindak pidana yang mereka lakukan,” pungkasnya.

(ads/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *