News, Sport and Lifestyle

Ribuan Ulama Tolak Putusan MK Soal Aliran Kepercayaan

METROPOLITAN – Rekomendasi penolakan putusan MK itu langsung disampaikan kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy yang sekaligus salah satu penceramah. Menerima aspirasi itu, Gus Romi sapaan karibnya menegaskan PPP menindaklanjuti dalam bentuk revisi dari UU Anminduk tersebut.

Namun revisi UU Aminduk bakal dilakukannya secara hati hati dengan mengundang seluruh habib dan ulama. Karena sebagai sebuah keputusan sesuai dengan UUD, standing position dari MK itu sudah final, tidak bisa dianulir. “Acara ini dihadiri para habaib dari mancanegara dalam rangka sharing isu isu yang terjadi di dunia Islam, sekaligus penguatan Islam Ahlussunah wal Jamaah, dengan visi Islam yang lebih tawassuth (moderat,red) dan dakwah yang lebih merangkul. Tadi saya menerima aspirasi penolakan putusan MK memasukkan aliran kepercayaan Ualam Undang-undang Aminduk,” ujarnya.

Gus Romi mengaku akan mencari cara memfolow up nya. Mengingat pencatuman aliran kepercayaan dalam kolom KTP bakal berkonsekuensi kepada biaya yang tidak sedikit. Ia mencontohkan, bagian penertiban administrasi seperti beberapa bulan terakhir seputar kasus e-KTP menyedot perhatian dan melibatkan orang penting di negara ini. “Kemudian kolom agama nantinya dimungkinkan diisi penganut aliran kepercayaan. Tentu kita berusaha seminimal mungkin agar tidak ada lagi proyek yang berpotensi menimbulkan kerugian baru. Kami akan menindaklajuti aspirasi para habib dan ulama ini,” ujarnya.

Menurut Ustaz Muhammd Faruq al Haddad,salah seorang panitia, acara bertemakan ‘Hubbul Wathon dan Peran Ash Shofwah dalam Mempertahankan NKRI’ ini melahirkan rekomendasi rekomendasi yang sifatnya menumbuhkan cinta tanah air dan memperkuat NKRI dengan metode dakwah yang lebih tawassuth. “Rekomendasi itu nanti akan menjadi acuan praktis sebagai langkah terobosan dakwah para peserta yang hadir,” singkatnya

(sle/hp/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *