News, Sport and Lifestyle

Sulitnya Aku Melupakan Mas Rudi (1)

METROPOLITAN – Tiga belas tahun adalah waktu yang cukup panjang bagiku untuk memendam perasaan ini. Mungkin ini yang disebut cinta, tak lekang oleh waktu dan terus menyiksa sepanjang hidup. Semakin aku berusaha melupakannya maka rasa ingin bertemu juga semakin kuat. Mengapa cinta tak harus memiliki?

Namaku Aci. Aku sudah menikah. Suamiku bekerja di sebuah perusahaan kapal dan aku sendiri memiliki usaha yang sedikit demi sedikit semakin meningkat. Aku terjebak dengan perasaan cinta kepada seorang lelaki bernama Rudi. Sampai pada suatu hari aku mendapat kabar dari sahabatnya bahwa dia pindah tugas ke kota ku untuk waktu yang lama. Dari sahabatnya aku juga mengetahui alamat kantor tempat dia bekerja. Aku diam tapi pikiranku kacau, perasaan rindu yang menyelimutiku selama ini semakin kental memaksaku menemuinya.

Kami berpisah 13 tahun yang lalu, ketika aku memutuskan menerima pinangan mas Rasyid yang memang telah lama mengejar-ngejarku. Aku menerima lamaran mas Rasyid meskipun aku tidak mencintainya karena kupikir dia pria bertanggung jawab, telah mapan dan sangat menyayangiku. Aku mencintai mas Rudi, tapi aku tidak bisa berharap apa-apa darinya.

Yang kupikirkan saat itu adalah bagaimana dia menghidupi diriku dan anak-anak kelak jika pekerjaan saja dia tak punya. Aku pikir cinta saja tidak cukup untuk membina rumah tangga yang harmonis. Dan akhirnya aku memilih menerima pinangan mas Rasyid. Di usia pernikahanku yang memasuki tahun ke-13 ini, aku semakin yakin pilihanku benar. Mas Rasyid sangat menyayangi kami, dia pekerja keras dan setia. Aku sangat menghormatinya.

Usiaku 38 tahun dan aku rasa kehidupan keluargaku selama ini baik-baik saja. Dari sekedar membaca curhatan teman-teman, aku jadi tertarik untuk menulis ceritaku juga. Dan sekarang. Aku bediri di depan pintu ruangan mas Rudi. Dia bekerja di sebuah perusahaan swasta terkenal di tanah air. Aku memberanikan diri mengunjunginya di minggunya yang kedua di sini.

Aku mengetuk pintu dan Ya Tuhan sekarang dia tepat berada di depanku, tersenyum dengan pandangan mata yang masih sama dengan 13 tahun yang lalu. Aku gugup dan salah tingkah, Ternyata dia masih mengingatku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *