News, Sport and Lifestyle

Tampung Karya Seniman Jalanan

METROPOLITAN – Merangkul karya seni anak jalanan di Kota Bogor, yayasan Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, mengadakan pameran lukisan berjudul Ngariung Sauyunan Dina Karya, di mall Lippo Keboen Raya, terhitung sejak Jumat (10/11) lalu hingga puncaknya kemarin (19/11).

Ketua Panitia Pameran Lukisan KPJ 2017 Rizal Ucok menuturkan kegiatan ini diadakan untuk membuka mata masyarakat, terlebih Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mengakomodasi karya seni anak jalanan, yang banyak tersebar di beberapa titik di Kota Bogor. “Bingkai luarnya, kami ingin anak-anak jalanan, seperti pengamen dan pelukis, punya tempat yang lebih layak untuk berkarya, tidak lagi di jalan. Seperti kali ini, Lippo Keboen Raya yang berkenan mengakomodir kegiatan KPJ kali ini. Konteksnya, dari jalanan, dari angkot dan bus-bus, mereka bisa menampilkan karya-nya di mal-mal, kafe-kafe, restoran, hotel dan sebagainya. Mereka ditempatkan ditempat yang lebih layak, dikaryakan secara maksimal, dan tidak lagi dijalanan,” katanya kepada Metropolitan, kemarin,

Artinya, sambung Ucok, perlu sinergitas yang baik dari dinas terkati, untuk merangkul seniman jalanan, dan menempatkan mereka di tempat yang lebih layak, serta menghindari tindakan represif. “Start-nya ada di Dinsos (Dinas Sosial, red), dan finish di Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, . Artinya, perlu koordinasi yang baik dari pihak terkait untuk memberdayakan anak jalanan, dan menjauhkan mereka dari jalanan, KPJ sendiri sudah memindahkan banyak titik komunitas pengamen di Kota Bogor, untuk memberi jalan mereka tampil di mal, kafe dan restoran,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memaparkan, betapa pentingnya merangkul seniman-seniman yang ada di Kota Hujan. Selain untuk kenyamanan kota, hal ini juga Bima anggap penting dalam memberdayakan karya-karya anak jalanan, dan membawa ke level yang lebih tinggi dan lebih layak.

“Ini sinergi yang dilakukan dinas, merangkul teman-teman seniman, penyanyi, pelukis, supaya difasilitasi di ruang-ruang publik di Kota Bogor, salah satunya di Lippo Plaza. Kami juga katakan kepada Disparbud, untuk mengakomodasi penyanyi-penyanyi jalanan di kota ini. Salah satu tindakan kita, selain yang represif, razia dan lain-lain, kansupaya tidak kriminal dan alkohol,” ungkapnya.

Bima menambahkan, hal ini penting dalam merangkul dan memberikan ruang berkesenian bagi para anak jalanan. “Ini harus dirangkul, diberikan ruang agar bisa pameran, berkesenian. Pertama, yang penting ada tempatnya, kedua dibuatkan even, lalu undang mereka. Karena, sekali dikenal, mereka bakal diundang terus. Pemberdayaan anak jalanan akan maksimal,” pungkasnya.

(ryn/b/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *