News, Sport and Lifestyle

Tiga Calon Pengganti Panglima Gatot

METROPOLITAN –Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebentar lagi akan mema­suki masa pensiun. Presiden Joko Widodo (Jo­kowi) pun tengah mempersiapkan pengganti Jenderal Gatot. Siapa yang akan menjadi Pangli­ma TNI?

Jenderal Gatot Nurmantyo akan pensiun pada Maret 2018. Meski begitu, pengganti Gatot harus disiapkan sejak jauh hari. Sebab secara aturan, proses pergantian Panglima TNI membutuhkan waktu. Sebab, presiden harus meminta rekomen­dasi dari DPR.

Berdasarkan Pasal 13 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia menyebutkan bahwa jabatan Pangli­ma TNI bisa dijabat bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan. Syaratnya Panglima TNI adalah perwira tinggi yang sedang atau pernah menjabat Kepala Staf Angkatan.

Melihat posisi saat ini, ada tiga perwira tinggi bintang empat yang memenuhi syarat untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. Di antaranya KSAD Jenderal TNI Mulyono, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi dan KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

  1. JENDERAL MULYONO

Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono merupakan alumnus Akabri 1983. Orang nomor satu di Angkatan Darat ini punya karier yang cukup cemerlang.

Selepas dari Akabri, Mulyo­no yang saat itu berpangkat Letnan Dua langsung ditugas­kan sebagai Komandan Pele­ton (Danton) di Yonif 712 Kodam VII/Wirabuana. Tak lama, dia mendapat promosi dan diserahi tanggung jawab menjadi Komandan Kompi (Danki) hingga Perwira Seksi Operasi (Pasiops) di tempat yang sama.

Mulai 1997, Mulyono diberi kepercayaan menjadi Koman­dan Batalyon Infanteri 143/Tri Wira Eka Jaya di wilayah Kodam I/Bukit Barisan.

Kariernya semakin lengkap ketika Mulyono resmi meny­andang pangkat sebagai Bri­gadir Jenderal pada 10 Mei 2011 melalui surat keputusan pre­siden. Mulyono juga mendapat promosi berupa kenaikan pangkat menjadi Mayor Jen­deral dan duduk sebagai Komandan Kodiklat TNI AD. Tak lama kemudian, dia dit­unjuk menjadi Panglima Kodam Jaya dan selanjutnya menjadi Pangkostrad. Posisi ini sebe­lumnya diisi Gatot sebelum ditunjuk menjadi Kasad meng­gantikan Moeldoko.

  1. LAKSAMANA ADE

SUPANDI

Laksamana Ade Supandi adalah orang nomor satu di tubuh TNI AL. Dia juga punya kans untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.

Pengangkatan Laksamana Madya (Laksdya) TNI Ade Su­pandi sebagai Kasal didasarkan pada Keputusan Presiden No­mor 92/TNI/2014 yang ditan­datangani Presiden RI Joko Widodo pada 31 Desember 2014.

Ade menghabiskan awal ka­riernya sebagai perwira dan komandan kapal perang. Pada 2002 hingga 2004 dia mem­perkuat jajaran Koarmatim dengan jabatan masing-masing Komandan Satuan Kapal Am­fibi, Komandan Satuan Kapal Eskorta dan Komandan Koman­do Latihan.

Berbagai jabatan bintang dua juga pernah dilakoninya. Pada 2011 dengan menjabat sebagai Pangarmatim dan diteruskan dengan menjadi Assiten Pe­rencanaan dan Anggaran (As­rena) Kasal setahun kemudian.

Pangkatnya dinaikkan men­jadi Bintang Tiga setahun ke­mudian ketika dilantik men­jadi Kasum TNI dan kemu­dian diangkat menjadi Ke­pala Staf TNI AL.

  1. MARSEKAL HADI

TJAHJANTO

Dibanding dua calon lain, Marsekal Hadi Tjahjanto dini­lai punya peluang paling besar. Hadi disebut cukup dekat dengan Presiden Jokowi. Jika melihat giliran, TNI AU pun punya kans besar karena panglima sebelumnya sudah dijabat TNI AL, Laksamana Agus Suhartono, lalu kemu­dian dua kali dari TNI AD. Jenderal Moeldoko dan Jen­deral Gatot Nurmantyo.

Presiden Joko Widodo menunjuk Marsekal Madya Hadi Tjahjanto sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) baru. Dia menggantikan posisi Marsekal TNI Agus Supriatna yang pensiun 28 Januari.

Karier suami Nanik Istuma­wati itu bisa dibilang cukup cemerlang. Dia meraih tiga bintang lebih cepat mening­galkan para seniornya. Dalam waktu tiga tahun, Hadi tercatat dua kali mendapat promosi.

Hadi meraih bintang satu saat didapuk menjadi Direktur Operasi dan Latihan Basarnas (Dirops dan Lat Basarnas) 2011-2013. Lalu dia ditempatkan sebagai Kepala Dinas Pene­rangan TNI AU 2013-2015 dan Komandan Lanud Abdulrach­man Saleh 2015.

Tak lama di sana, bapak bera­nak dua ini mendapat pro­mosi ketika menduduki po­sisi Sekretaris Militer Presiden 2015-2016. Menjadi Sekmil kurang lebih satu tahun, Hadi dipromosikan menjadi Irjen Kemhan tahun 2016 lalu di­angkat menjadi Kepala Staf TNI AU.

Pasca mencutanya tiga nama calon pengganti Panglima Ga­tot, Ketua Majelis Permusya­rawatan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta agar dua bu­lan sebelumnya masa jabatan Jenderal Gatot berakhir, sudah ada sosok yang terpilih men­jabat posisi tersebut.

”Waktu yang paling tepat sebulan sebelum pensiun bo­leh, dua bulan sebelum pen­siun boleh,” kata Zulkifli di Gedung DPR, Kompleks Par­lemen, Senayan, Jakarta, Se­lasa (28/11).

Zulkifli menjelaskan, kandi­dat Panglima TNI yang bakal dipilih nanti merupakan hak prerogatif dari Presiden Joko Widodo. Wewenang DPR ha­nya sebatas menguji calon yang diajukan melalui uji kelayakan dan kepatutan. ”Panglima TNI itu haknya presiden, terserah usulkan ke DPR. DPR nanti yang nolak atau setuju. Sudah begitu aturannya,” tandasnya.

(de/mer/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *