News, Sport and Lifestyle

2018, BOGOR PUNYA LIMA PROYEK TOL

MACET masih jadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah. Dari tingkat pusat, provinsi hingga daerah turun tangan guna memecah kepadatan lalu lintas di wilayah Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. Salah satunya menggeber pembangunan infrastruktur guna menekan kerugian macet yang mencapai triliunan rupiah. Seperti lima proyek tol yang jadi prioritas pemerintah kabupaten (pemkab) untuk 2018.

KERUGIAN akibat kema­cetan dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk 2017 ini, menurut perhitungan Bappenas, kerugian khusus di DKI Jakarta saja mencapai Rp67,5 triliun. Sementara kerugian yang dialami di wilayah Jakarta, Bogor, De­pok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai Rp100 triliun per tahun.

Berdasarkan data Badan Pengelola Transportasi Ja­bodetabek (BPTJ), saat ini jumlah kendaraan roda dua di jalan makin dominan. Sedangkan peran angkutan umum masih rendah. Peng­gunaan angkutan umum di Jakarta baru 19,8 persen dan di Bodetabek baru 20 persen.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, saat ini kondisi jalan di wi­layah Jabodetabek sudah mengalami titik jenuh se­hingga perlu penanganan. “Kondisi lalu lintas sudah jenuh. Jadi misalkan ada mobil atau motor mogok di pinggir jalan pasti baka­lan macet karena sudah jenuh,” ujarnya.

Sejak 2000 hingga 2010, jumlah kendaraan yang terdaftar mengalami pe­ningkatan sebesar 4,6 kali. Sementara untuk penglaju dari wilayah Bodetabek menuju Jakarta ada sekitar 1,1 juta dan ini terus me­ningkat 1,5 kali lipat sejak 2002.

Untuk pergerakan lalu lintas harian di Jabodetabek yang semula pada 2003 se­besar 37,3 juta perjalanan per hari, telah meningkat 58 persen atau mencapai 47,5 juta perjalanan per hari di 2015.

Dari 47,5 juta perjalanan orang per hari tersebut, sekitar 23,42 juta meru­pakan pergerakan dalam kota DKI, 4,06 juta adalah pergerakan komuter dan 20,02 juta adalah perge­rakan lainnya yang melin­tas DKI dan internal Bo­detabek.

“Perjalanan di Jabodetabek rata-rata didominasi sepeda motor. Modal share dari to­tal pergerakan Jabodetabek didominasi sepeda motor yakni sebesar 75 persen, kendaraan pribadi sebesar 23 persen dan dua persen oleh kendaraan angkutan umum. Hal ini tentu berdam­pak pada perekonomian dan lingkungan,” bebernya.

Karena itu, BPTJ bersama pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya telah mempersiapkan berbagai terobosan dan harus dilaks­anakan secepatnya. “BPTJ dan Pemprov DKI akan terus berkoordinasi men­indaklanjuti program pe­ningkatan layanan angku­tan umum dan penanggu­langan kemacetan di DKI Jakarta dalam lingkup penanganan se-Jabodeta­bek,” tegas Bambang.

Menjawab tantangan ter­sebut, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupa­ten Bogor blak-blakan soal proyek jalan tol yang akan digeber tahun depan.

Sedikitnya ada lima proy­ek tol yang jadi prioritas untuk mengurai kemacetan di wilayah Bogor dan seki­tarnya. Yakni dengan men­ghubungkan Kabupaten Bogor dengan empat kota lainnya, meliputi Bumi Ser­pong Damai (BSD) Tang­erang, Kota Depok, Kota Bogor dan Kabupaten Ka­rawang.

Kabid Sarana Prasarana Bappedalitbang Daerah Ajat Jatnika mengatakan, se­suai Perda Tata Ruang Wi­layah Kabupaten Bogor akan ada lima ruas tol baru yang dibangun. Ini pula yang sudah masuk perencanaan BPJT.

“Total panjangnya men­capai 222 kilometer. Nanti ini akan dilakukan bertahap, tergantung ketersediaan dana dan keinginan dari pemerintah pusat,” ujar Ajat kepada Metropolitan.

Dari lima ruas jalan tol tersebut, lanjut Ajat, baru Jalan Tol Bogor-Ciawi-Su­kabumi (Bocimi) yang sudah ada progres pembangunan­nya. Sesuai target, maka tahap pertama selesai pada 2018. “Pembebasan lahan Tol Bocimi sudah hampir seratus persen, sedangkan progres pembangunan Jalan Tol Bocimi tahap pertama hingga Cigombong renca­nanya akan selesai tahun depan,” bebernya.

Sementara lima proyek tol lainnya yang akan jadi prioritas di 2018 meliputi Tol Jagorawi 2 (Antasasi-Depok-Bojonggede-Ke­mang- Dramaga-Bocimi), Jalan Tol BORR (Kemang-Jagorawi 2), Tol JORR 2 (Depok-Cimanggis-Cibi­tung-Cikampek) dan Tol JORR 3 (BSD-Ciseeng-Bo­jonggede).

“Pada 2018 akan dibangun Jalan Tol BORR 2 yang men­ghubungkan Kota Bogor dengan Kecamatan Kemang. Sedangkan tahun selanjut­nya akan dibangun Jalan Tol Antasari 2 dan Jagorawi 2 yang menghubungkan Jakarta, Tangerang, Kota Depok ke arah Cibinong, Dramaga hingga Taman­sari,” terang Ajat.

Ia melanjutkan, pembangunan sejumlah ruas jalan tol tersebut dananya tidak mutlak dari pemerin­tah pusat ataupun pemerin­tah daerah. Tetapi juga bisa menggunakan dari pihak developer perumahan, apartemen atau lainnya.

“Developer perumahan, apartemen atau lainnya bisa mengusulkan pembangunan ruas jalan tol hingga bisa disesuaikan dengan rencana pembangu­nan perumahan atau apar­temennya. Developer hanya mengusulkan sementara biaya pembebasan ditang­gung BPTJ,” pungkasnya. (ads/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *