News, Sport and Lifestyle

AKTIVITAS GALIAN PGN DIPROTES WARGA

CITEUREUP – Jalan yang semestinya bersih dari sisa galian dan ceceran tanah, tidak berlaku di sepanjang Jalan Pahlawan Citeureup dan sekitarnya. Tidak ada kon­tribusi yang diberikan kepada masyarakat, yang ada malah meninggalkan kemacetan dan licin di kala hujan dan berdebu di kala panas. Aktivitas galian Perusahaan Gas Negara (PGN) yang cukup lama itu membuat masyarakat mulai gerah dan bertanya mengapa pekerjaan tidak kunjung usai tapi tetap dibiarkan.

Salah seorang tukang ojek yang biasa menggunakan jalan tersebut, Udin (35), mengatakan bahwa jalanan penuh tanah merah. ”Ini jalan umum yang meng­gunakan masyarakat. Lihat saja jalanan kalau hujan licin akibat sisa tanah merah, kalau panas sebentar saja berdebu,” ung­kapnya.

Ia mengaku mengetahui bahwa ini proyek negara tapi berkaitan dengan bisnis juga. ”Bisnis tetap bisnis, tapi jangan merugikan pengguna jalan dong. Coba lihat saja sudah setahun pekerjaan tidak kelar, bahkan sekarang digali lagi,” jelas­nya kepada Metropolitan, kemarin.

Hal sama disampaikan salah seorang warga Karang Asem Timur yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia mengata­kan, galian PGN tersebut cukup dalam dan sangat membayahakan. Apalagi kalau menggalinya persis di depan rumah, aktivitas jadi terganggu. ”Tanyakan saja pak ke semua orang, pasti mereka semua terganggu akibat galian PGN. Cuma ka­dang nggak mau ngomong saja, padahal mereka itu kesal. Jalan ini milik umum, bukan punya pribadi. Jadi semua orang punya hak yang sama menggunakan jalan,” singkatnya.

(tri/b/sal/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *