News, Sport and Lifestyle

HEBOH JENAZAH SITI GAGAL DIMAKAMKAN

Keluarga Siti Masitoh (37) kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit (RS) Medika Dramaga. Gara-gara tidak ada sopir ambulans, jenazah warga Kampung Ciherang, RT 02/02, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga itu gagal dimakamkan keluarga dengan cepat. Jenazahnya pun tertahan dua jam.

KELUARGA korban sangat meny­esalkan tidak adanya sopir mobil am­bulans di rumah sakit Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor itu. Ketua RW 02 Lendy Trinanda Rizaldy mengatakan, seba­gai ketua RW dan bagian dari kelu­arga korban sangat menyayangkan peristiwa ini. Sebelum ke Bogor, Ma­sitoh tinggal di Swiss bersama suami­nya. Di sana, ia sudah menderita kan­ker paru-paru hingga akhirnya pulang ke kampung halaman di Desa Ciherang sambil be­robat rutin.

Kejadiannya pada Kamis (30/11) saat penyakit almarhum tiba-tiba kambuh. Keluarga membawanya ke RS Medika Dramaga karena lebih dekat dari rumah. Melihat kondisi sudah membaik, maka diper­bolehkan pulang.

Keesokan harinya sekitar pukul 06:00 WIB, penyakitnya kembali kumat. Keluarga ke­mudian membawanya ke RS Medika Dramaga. Namun karena tak ada alat medis khu­sus, Masitoh disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit lain. “Sambil mencari rumah sakit rujukan, korban dirawat di RS Medika Dramaga. Namun se­kitar pukul 15:00 WIB dokter menyatakan sudah meninggal,” ujarnya.

Saat ingin membawa ke rumah duka, lanjut Lendy, pihak RS mempersulit pinjaman am­bulans. Padahal, ada dua unit ambulans yang terparkir di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS tersebut. Pihak RS beralasan tidak ada sopir, se­hingga tidak bisa membawa jenazah korban.

Karena jenazah harus dima­kamkan, pihak keluarga men­coba berkomunikasi dengan manajemen untuk mengemu­dikan ambulans sendiri, namun tetap dilarang. “Jenazah almar­hum harus menunggu dua jam. Akhirnya kami pinjam mobil siaga desa,” katanya.

Lendy sangat menyayangkan RS Medika Dramaga yang be­gitu besar tidak didukung pe­layanan optimal. Salah satunya kurangnya alat medis dan tidak stand by-nya sopir ambulans. Padahal, ambulans sangat penting untuk merujuk pasien ke rumah sakit lain atau mengantar jenazah pasien. “Kami harap kejadian ini tidak terulang. Pelayanan RS Med­ika Dramaga harus bisa lebih optimal baik kepada pasien BPJS ataupun umum,” katanya.

Sementara itu, kakak korban, Babay, mengaku permasalahan mobil ambulans ini sudah diselesaikan secara kekeluar­gaan. Saat ini jenazah korban sudah dimakamkan di TPU Ciherang. “Dari pihak rumah sakit sudah datang, berarti mereka punya iktikad baik,” ujarnya.

Terpisah, Direktur RS Med­ika Dramaga Gioseffi Purna­warman membenarkan adanya kejadian ini. Namun, perma­salahannya sudah diklarifi­kasi ke pihak keluarga almar­hum Siti Masitoh. “Permasa­lahan tidak adanya sopir ambulans sudah diklarifikasi ke pihak keluarga,” singkatnya saat dihubungi via pesan Whats­App, kemarin. (ads/c/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *