News, Sport and Lifestyle

Kodim Kabupaten Bogor Siap Buru Penyebar Hoax dan Sara

METROPOLITAN – Memasuki tahun politik, Kodim 0621 Kabupaten Bogor menegaskan siap membantu kepolisian dan pemerintah Kabupaten Bogor mengamankan jalannya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Bahkan, mereka telah menyiapkan tim khusus untuk memburu penyebar isu sara atau berita hoax yang bermaksud mengganggu stabilitas kemanan di Bumi Tegar Beriman.

Dandim 0621/kabupaten Bogor, Letkol Inf Fransisco, mengatakan bahwa dirinya telah menyiapkan personel bukan hanya untuk pengamanan saat pencoblosan pilkada Juni 2018 mendatang. Kodim Kabupaten Bogor sudah mulai melakukan pencegahan sejak jauh hari untuk mengantisipasi munculnya konflik selama proses pilkada. “Kalau pengaman pilkada, kami sifatnya membantu kepolisian. Kami menyiapkan personel dan melakukan pencegahan sebelum pilkada sekiranya ada potensi konflik ke depan. Kami lakukan juga pendekatan kepada bakal calon dan meminta ikut menjaga kondusifitas di Kabupaten Bogor,” kata Fransisco usai rapat koordinasi Forkopinda Kabupaten Bogor di Pendopo Bupati, kemarin.

Bahkan Fransisco mengaku telah memiliki tim IT untuk membantu kepolisian memburu penyebar hoax. Sebab berkaca pada pilkada di DKI dan wilayah lain sebelumnya, ada saja pihak yang kerap kali menggunakan isu sara dan berita hoax untuk memecah belah masyrakat. “Kalau ada yang menyebar isu sara atau berita hoax, kami akan cari siapa yang menyebarnya, kita cari sama-sama. Kami juga sudah memiliki tim IT untuk membantu memburu penyebar hoax,” tegasnya.

Saat ini, Kodim Kabupaten Bogor juga telah melakukan pemetaan dan pendataan wilayah-wilayah rawan yang berpotensi konflik. Sehingga, diharapkan mampu mencegah segala potensikonflik di kemudian hari. Untuk menjaga kondusifitas, Fransisco mengajak semua komponen masyarakat ikut terlibat aktif. “Ada sekitar 400 personel yang kami siagakanan. Maunya setiap TPS ada, cuma kan memang terbatas. Tapi yang pasti kami akan semaksimal mungkin menjaga Kabupaten Bogor dan ini bukan hanya tugas TNI – Polri. Seluruh komponen masyarkat yang ada harus ikut menjaga kondusifitas, termasuk media,” pungkas Fransisco.

(fin/b/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *