KPU nggak Transparan, Pasola Bawa Gugatannya ke PTUN

by -0 views

METROPOLITAN – Sidang gugatan yang diajukan bakal pasangan calon (bapaslon) bupati Bogor, Solahuddin Dalimunte-Ade Umar, terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemarin memasuki babak akhir. Pembacaan putusan sengketa pemilihan bupati (pilbup) Bogor disampaikan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor di Gedung Yayasan Dharmais, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Sidang mulanya akan digelar pukul 13:00 WIB, namun baru bisa dimulai sekitar pukul 16:00 WIB.

Hingga pukul 20:00 WIB kemarin, sidang belum juga selesai. Jika hasil putusan menolak seluruh gugatan, bapaslon yang maju melalui jalur perseorangan ini siap melanjutkannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. “Kita lihat seperti apa kelanjutannya. Upaya hukum tetap ada, bisa langsung dibawa ke PTUN,” kata Solahuddin Dalimunte, kemarin.

Pria yang biasa dipanggil Pasola ini pun menganggap KPU tidak transparan dalam menjalankan tugas dan berpihak kepada pasangan lainnya. “Saya menduga ada permainan. Karena saya sudah memenuhi persyaratan sesuai prosedur,” tegas pria advokat itu.

Pasola juga mengkalim saat pemenuhan persyaratan berupa penyerahan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dari warga yang mendukungnya, sudah sesuai prosedur yang berlaku. “Saya kirim tiga mobil boks besar, jumlahnya mencapai 238 ribu. Tetapi KPU bilang hanya 116 ribu. Ini kan tidak transparan,” ujarnya.

Jika persyaratan berupa KTP-el yang dikumpulkan terdapat kejanggalan, seharusnya KPU mengonfirmasi kepada dirinya atau tim. Setelah dikonfirmasi, pihaknya bakal menyiapkan persyaratan. “Jangan langsung main tidak lolos saja,” kesalnya.

Pasola berharap KPU bersikap netral dan transparan. Ia juga ingin permasalahan ini selesai dengan baik tanpa ada pihak yang dirugikan. “Saya ingin semuanya baik-baik saja,” pintanya.

Di lain tempat, Ketua Panwaslu Ridwan Arifin enggan berpendapat banyak. Ditemui di sela-sela rehat sidang, ia belum bisa menyimpulkan karena pembacaan putusan masih tetap berjalan. “Belum, masih proses. Ditunggu saja,” singkat Ridwan.

(cr3/b/ram/run)