Nama Karfat Kembali Muncul di Pilbup Bogor 2018

by -

METROPOLITAN – Peta politik jelang pemilihan bupati (pilbup) Bogor 2018 masih dinamis. Banyak partai yang belum memutuskan arah koalisi dan figur yang akan diusung. Salah satunya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bogor. Di tengah pengerucutan bakal calon dari PDIP, nama mantan Bupati Bogor yang juga kader PDIP,  Karyawan Faturachman (Karfat), kembali muncul. Karfat dikabarkan bakal maju untuk dijagokan berebut kursi nomer satu di Bumi Tegar Beriman.

Pernyataan tersebut muncul dari mulut Ketua Dewan Pertimbangan Daerah DPD PDIP Jawa Barat, Rudi Harsa Tanaya, saat berkunjung ke DPC PDIP Kabupaten Bogor, Kamis (7/12) lalu. Bahkan, Rudi menilai PDIP harus berani mengusung kadernya di kursi F1 (calon bupati, red), bukan sebagai F2 (calon wakil bupati, red). “PDI Perjuangan harus berani mengusung calon bupati, dan Karfat adalah figur tepat untuk maju di pilkada 2018,” kata Rudi.

Menurut Rudi, selain berpengalaman dan merupakan kader senior PDIP, Karfat dinilai masih memiliki elektabilitas yang tinggi. Kondisi tersebut dianggapnya sebagai potensi, terlebih jika didukung PDIP Kabupaten Bogor. “Dengan diusung kekuatan partai dan koalisi yang sepemahaman, saya kira akan berbeda dengan pencalonan sebelumnya,” terangnya.

Saat ini, PDIP terus melakukan komunikasi dengan partai politik (parpol) lain untuk merajut koalisi. Dirinya berharap PDIP segera mengambil keputusan apakah akan mengusung figur sendiri atau mengusung figur lain yang sudah ada dan menjadi pendamping. “Minggu depan harusnya sudah ada keputusan, partai harus segera menentukan. Harapan partai adalah koalisi dengan partai lain, kemudian baru berkoalisi menentukan pasangan calon. Apakah maju di F1 atau mendampingi calon lain,” ujar Rudi.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor, Budi Sembiring, mengatakan jika ia akan menjalankan apapun keputusan partai. Dalam waktu dekat, lelaki yang akrab disapa Buser ini mengaku partainya akan segera menentukan arah koalisi dan figur yang akan diusung di pilbup Bogor 2018. “Sebagai kader kami fatsun terhadap keputusan partai. Pendaftaran pasangan calon ini kan tidak lama lagi, kami akan segera menentukan,” ujar Buser.

Terkait figur, Buser menerangkan jika sepuluh nama yang masuk dari hasil penjaringan tengah digodog oleh DPP. Untuk koalisi, selain dengan Nasdem, Budi mengaku tengah menjalin komunikasi intens dengan Partai Hanura. “Kemungkinan koalisi masih terbuka. Untuk figur kami masih menunggu keputusan DPP,” tandasnya.

(fin/b/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *