News, Sport and Lifestyle

Oknum Guru Dirikan Bangli di Jalan Baru Puspa Negara

CITEUREUP – Tidak ada yang melarang berjualan kepada siapa pun asalkan la­han yang digunakan milik pribadi atau fasilitas yang sudah disiapkan pemerin­tah. Tetapi jika berjualan di tempat yang mengganggu ketertiban umum dan ter­larang untuk berjualan, sudah dipastikan tindakan tersebut melanggar aturan.

Seperti yang ada di sepanjang Jalan Baru Puspa Negara, jejeran Pedagang Kaki Lima (PKL) itu nekat mendirikan bangunan permanen dan semipermanen karena mendapat angin segar dari pihak sekolah. Akibatnya semakin menjamurnya peda­gang, tak pelak area sekolah kini berubah seperti pasar, semrawut dan kumuh.

Kepada Metropolitan, pedagang ma­kanan ringan di samping gedung SDN Puspanegara 2 ini mengaku hanya be­kerja. Ia mengatakan, bangunan tersebut merupakan milik oknum staf guru SDN.

”Ini punya guru mas. Yang itu juga. Kalau saya hanya bekerja,” terang Nandar sambil menunjuk ruko sebelah yang semua disewakan. Dia mengaku hanya bekerja dan mendapatkan honor dari pemilik bangunan tersebut.

Pantauan Metropolitan, ada sekitar se­puluh bangunan di sepanjang jalan terse­but. Di antaranya terdiri dari bangunan permanen dan semipermanen. Saat di­konfirmasi, Kasi Trantib Pol PP Kecamatan Citeureup Yadres Reke mengaku sudah lama mendapat laporan hal tersebut.

Menurutnya, bangunan PKL di jalur tersebut tak sedikit yang sudah permanen. ”Kami sedang proses. Nanti akan kami eksekusi,” janjinya. Ia juga membenarkan adanya oknum guru yang mengambil keuntungan dari area terlarang berjua­lan itu.

(tri/b/sal/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *