News, Sport and Lifestyle

Penertiban Spanduk Liar Belum Jadi Kewenangan KPU

METROPOLITAN – Jelang pe­milihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018, banyak spanduk li­ar bermunculan di berbagai sudut kota. Pemasangan yang tidak teratur merusak keindahan kota dan cenderung menjadi sampah visual. Meski demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum bisa melakukan penertiban lan­taran belum memasuki tahapan penetapan calon. Kewenangan ini menjadi tugas Satpol PP seb­agai penegak peraturan daerah (perda).

Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti mengatakan, pilkada memiliki tahapan yang sudah terjadwal. Saat ini taha­pannya belum memasuki pene­tapan calon, sehingga atribut-atribut partai atau calon yang memenuhi sudut kota belum bisa ditertibkan KPU karena belum masuk kewenangannya. “Kalau sudah masuk ke tahapan penetapan calon, atribut yang sudah terpasang harus dibersihkan se­belum ada penetapan dan pengundian nomor urut,” terangnya.

KPU tidak mempermasalahkan pema­sangan spanduk atau alat peraga para calon lantaran bisa menjadi alat sosialisasi ke masyarakat. Dengan catatan, tidak me­langgar estetika dan keindahan kota. “Tapi ya jangan memasang dengan memaku di pohon, menempel di tiang listrik dan memenuhi jalan protokol. Faktanya me­mang begitu, tapi ranahnya masih ada di pemerintah daerah yaitu Satpol PP,” pesan Haryanto.

Menurut Haryanto, dirinya sudah sering menyampaikan di forum-forum larangan memasang spanduk secara tidak teratur, seperti di pohon, tiang listrik, tempat ibadah, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, jalan protokol dan fasilitas umum. “Kami sudah sering sampaikan itu di forum-forum,” katanya.

Natinya setelah penetapan calon, KPU akan mengatur titik-titik pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), dari titik-titik yang diperbolehkan di desa, kecamatan dan lainnya. Sehingga, pemasangannya tidak dilakukan sembarangan. “Kalau nanti titik-titik pemasangan alat peraga kampanye itu ditentukan KPU, jadi tidak disembarang tempat dan ada sanksi jika melanggar. Dan semua mendapat porsi yang sama, tidak ada yang lebih banyak atau lebih besar porsinya,” tandas Hary­anto.

(fin/b/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *