CITEUREUP – Untuk memberikan ja­minan rasa aman kepada masyarakat, jajaran Polsek Citeureup menggelar ra­zia preman, anak jalanan dan pengamen yang keberadaannya dinilai meresahkan masyarakat. Kapolsek Citeureup melalui Panit Re­skrim Iptu Herman membenarkan bahwa saat menggelar razia jelang Natal dan tahun baru telah menjaring keberadaan para preman yang dapat mengganggu ketenangan di tengah masyarakat.

Sebab, preman jalanan tidak segan meminta uang kepada warga dengan cara me­maksa.”Ini yang menjadi keluhan dari masy­arakat yang selama ini yang disampaikan kepada kita. Selain mengganggu keama­nan, keberadaan mereka juga dapat membuat kemacetan di jalan,” katanya.Seluruh preman yang terjaring akan didata terlebih dahulu.

Mereka mem­buat surat pernyataan untuk tidak lagi berkeliaran di jalan dan tak menggang­gu ketertiban masyarakat. Ada juga yang kedapatan pura-pura ngamen, tetapi meminta uang dengan paksa.”Setelah membuat surat pernyataan, kita pulangkan. Tapi kalau yang terbukti ada alat-alat, kita proses. Sementara yang di bawah umur, kita panggil orang tuanya,” paparnya kepada Metropolitan, kemarin.

Herman menjelaskan, razia preman ini merupakan instruksi langsung Ka­polri Jenderal Tito Karnavian, berkaitan pengamanan jelang tahun baru. ”Untuk itu, kami akan terus menggelar razia,” pungkasnya.

 (tri/b/sal/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here