News, Sport and Lifestyle

Presidium Santri Ancam Demo THM Ok Bos Parama

CISARUA – Aksi pengusaha Tempat Hiburan Malam (THM) karaoke OK Bos di Hotel Parama, Kecamatan Cisarua, terbilang nekat lantaran nekat buka pada malan Jumat. Hal itu pun mengundang protes dari pemilik THM lainnya dan warga sekitar.

Ketua Presidium Santri Bogor Muhammad Muhsin meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengkaji kembali perizinan semua THM di sepanjang jalur Puncak, mulai dari Gadog-Cisarua, terutama THM Ok Bos Parama.

Tokoh ulama muda di Desa Cipayungdatar, Kecamatan Megamendung itu beranggapan bahwa THM tersebut tidak menghargai umat muslim yang tengah salawatan atau mengaji serta kegiatan keagamaan lainnya. “Di Puncak ini kan bukan hanya tempat wisata, tapi juga ada kampung santri yang di dalamnya dihuni ulama dan habib, sehingga kharismatik Puncak menorehkan sejarah,” jelasnya.

Muhsin menegaskan, pihaknya bersama para santri akan melakukan tindakan tegas apabila dari Pemkab Bogor membiarkan kemaksiatan di Puncak merajalela. “Kami akan berunjuk rasa jika pemkab membiarkannya. Jangan sampai Puncak dijadikan Alexis dengan merajalelanya prostitusi dan minuman keras,” terangnya.

Selain THM Ok Bos Parama, ada pula Hotel Andalus di Desa Cipayungdatar, Kecamatan Megamendung maupun Resto Timur Tengah Al-zazira di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Arena bernyanyi di kedua lokasi tersebut selalu buka pada malam Jumat. “Kabarnya sih begitu. Itu juga harus ditindak tegas Pemkab Bogor,” tukas warga Cisarua, M Mulyana.

(ash/b/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *