News, Sport and Lifestyle

SIGDES PERKUAT PROSES PEMBANGUNAN DI KABUPATEN BOGOR

Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama dengan anggota Komisi VII DPR RI memberikan pelatihan kepada masyarakat dan perangkat desa tentang pemanfaatan diseminasi informasi Geospasial di Gedung Pusteksat Lapan, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, kemarin.

METROPOLITAN – Pelatihan dengan tema perlunya pendidikan pengetahuan dan wawasan tentang pemanfaatan informasi geospasial dihadiri juga Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor Deni Ardian yang mewakili Bupati Bogor Nurhayanti. Para peserta mendapatkan materi sosialisasi Undang-undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, pemetaan batas wilayah desa, sistem informasi desa dan penghitungan luas lahan sawah baku.

Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial Adi Rusmanto menjelaskan, tentang Sistem Informasi Geospasial Desa atau dikenal dengan SIGDes. Sistem ini menampilkan informasi pembangunan desa dan kawasan perdesaan yang berbasis Sistem informasi Geografis. Salah satunya adalah Peta Desa yang merupakan dasar informasi dan sistem pendukung dalam pengambilan kebijakan di wilayah desa.

Latar belakang dibangunnya SIGDes adalah mendukung nawacita pemerintah yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. “Sistem Geospasial harus dimengerti masyarakat dan pemerintah desa karena banyak manfaatnya. Salah satunya dengan menyosialisasikan adanya program Geospasial,” ujarnya.

Kepala Pusat Standarnisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (PSKIG) Suprajak menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu implementasi pelaksanaan tugas dan fungsi BIG dalam hal penggunaan dan pemanfaatan informasi geospasial bagi seluruh pemangku kepentingan. Inti dasarnya ketika sudah dibangun, kata kuncinya harus dimanfaatkan yakni dengan cara uji publik.

Sehingga masyarakat bisa mengetahui akan adanya program dari pemerintah. “Pelatihan Geospasial merupakan sebagian dari uji publik. Ketika mengerti akan program Geospasial tentunya sangat terbantu,dari mulai mengetahui batas wilayah, termasuk lahan pertanian ,”katanya.

Sementara itu, Kepala BPMPD Kabupaten Bogor Deni Ardian mengatakan, dengan adanya pelatihan tentang pemanfaatan diseminasi informasi geospasial tentunya pemerintah desa bisa terbantu dari hal permasalahan tanah, batas desa sampai dengan perencanaan pembangunan. “Dengan adanya batas desa kegiatan pembangunan dapat efesien dan konflik permasalahan agraria bisa tertangani. selain itu. Program ini mendukung kabupaten termaju di tahun 2018 mendatang,” pungkasnya. (ads)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *