Tiga hari pasca insiden penembakan di parkiran Diskotek Lipss ,Sukasari, Kota Bogor, anggota Brimob Kedung Halang ini, masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia dirawat di ruang ICU karena mengalami patah tulang dan geger otak.

Sejumlah tim ahli dibentuk dari gabungan sejumlah dokter spesialis, seperti dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis THT, dokter spesialis mata, dan dokter spesialis bedah plastik.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, akibat tindakan pengeroyokan yang dialaminya, Briptu AR mengalami luka parah. Dari hasil pemeriksaan diketahui, beberapa tulang di tubuhnya patah dan mengalami gegar otak.

“Sekarang, dia ada beberapa patah tulang dan gegar otak,” kata Setyo.

Ia mengatakan, belum dapat dipastikan apa yang telah terjadi pada Briptu AR di lokasi tertembaknya Fernando, sehingga mengalami luka yang sangat parah.

“Saya tidak tahu, apakah dikeroyok atau tidak karena keterangan belum ada. Faktanya, yang bersangkutan ditemukan dalam kondisi seperti itu. Kemudian dibawa ke RS di Bogor, kemudian dievakuasi ke RS polri,” ujarnya.

Namun secara perlahan kondisi Briptu AR, mulai membaik. Bahkan, anggota Brimob yang terlibat kasus tertembaknya Fernando Joshua Wowor, di area parkir Lipss Club, Sukasari III, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, sudah bisa berkomunikasi meski masih sangat terbatas.

Jika nantinya kronologis pastinya didapatkan, kata Setyo, pihaknya akan mencocokkan dengan keterangan saksi-saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP). “Lihat kronologisnya dulu. Kalau sudah ada, pasti akan cocokkan semua. Kita belum tahu kan,” ucapnya.

(viv/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here