9 Jam Kandidat Pilkada Bogor Digarap 20 Dokter

by -

METROPOLITAN-  Proses pemeriksaan tes kesehatan pasangan calon (paslon) Pilkada Bogor masih berlanjut. Hari ini, empat pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Bogor  akan kembali menjalani pemeriksaan kesehatan di  Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) Dr Mintohardjo, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Komisioner Divisi SDM dan Parmas KPU Kota Bogor Bambang Wahyu mengatakan, ada delapan proses pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap masing-masing calon. Mulai dari pengambilan sample darah, pemeriksaan USG, pemeriksaan urine, tes MMPI, pemeriksaan radiologi, pengambilan darah, pemeriksaan kesehatan serta wawancara kesehatan jiwa. “Pemeriksaan akan berlangsung selama sembilan jam. Dimulai sejak 07:10 hingga 17:30 WIB. Diperiksa kurang lebih 20 dokter spesialis,” kata Bambang.

Menurutnya, proses pemeriksaan yang akan dilakukan pada Sabtu (13/1) hari ini merupakan proses terakhir yang akan dijalani masing-masing paslon. Rencananya, hasil tes akan keluar pada Senin (15/1) nanti. “Jadi besok (malam ini) paslon sudah bisa kembali ke Kota Bogor. Hasil nanti kita yang umumkan dengan IDI,” ucap dia.

Sedangkan, Jumat (12/1) kemarin para kandidat telah menjalani rangkaian  tes psikologi dan psikiatri untuk memastikan kondisi kejiwaan masing-masing. Selama tujuh jam kandidat mengikuti proses pemeriksaan.  “Kesehatan mental paslon menjadi tujuan utama pemeriksaan ini dengan instrumen pemeriksaan yang sudah fix,” ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan paslon menjadi salah satu syarat wajib yang akan menentukan lolos tidaknya para kandidat maju di pilkada Bogor.

Ketua KPU Kota Bogor Undang Suryatna mengatakan, bakal calon yang telah mendaftarkan diri akan dicoret dan diganti kandidat lain bila hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan tidak memenuhi syarat. “Bakal calon yang tidak penuhi syarat dapat diganti sesuai keputusan partai koalisi,” kata Undang.

Tes ini juga berlaku serupa untuk lima calon bupati dan wakil bupati Bogor. Di antaranya,  Ade Yasin-Iwan Setiawan, Ade Ruhandi-Inggrid Kansil, Ade Wardhana-Asep Ruyat, Gunawan Hasan-Ficky Rhoma Irama dan Fitri Putra Nugraha-Bayu Syah Johan.

Menurut  Ketua IDI Kota Bogor Zainal Arifin, yang terpenting dalam pemeriksaan kesehatan adalah aspek kejiwaan para calon peserta.Ini untuk memastikan kondisi psikis calon kepala daerah

 “Pemeriksaan kesehatan jasmani terdiri dari delapan jenis, di luar organ dalam seperti jantung, syaraf dan lain sebagainya. Pemeriksaan itu dilakukan dua hingga tiga dokter untuk setiap jenisnya,”tandasnya

(rez/b/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *