95 Kali Kebakaran, 3 Orang Jadi Korban

by -

METROPOLITAN – Sepanjang 2017, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor mencatat ada 95 peristiwa kebakaran yang terjadi di enam kecamatan se-Kota Bogor. Seperti dijelaskan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kota Bogor Marse Hendra Saputra yang menyebut, dari jumlah kejadian tersebut, kebakaran di Kampung Coblong Kelurahan Gudang Bogor Tengah pada 25 Desember tahun lalu, dianggap yang terparah.

“Pada peristiwa tersebut, sedikitnya ada 33 rumah, 62 Kepala Keluarga (KK) dan 219 jiwa menjadi korban. Total kerugian materi sekitar Rp4 miliar. Proses pemadaman apinya pun terhitung lama, sekitar lima jam, karena lokasi merupakan pemukiman padat penduduk, rumahnya pada nempel-nempel,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Makanya, sambung Marse, peristiwa itu dianggap yang terbesar selama 2017, bahkan terparah sejak Damkar Kota Bogor didirikan. Sejak Damkar berdiri, baru disanalah kebakaran yang terbesar, terparah,” ucapnya.

Marse menambahkan, secara umum, kebakaran yang terjadi sepanjang tahun lalu rata-rata disebabkan karena korsleting listrik. Selebihnya disebabkan kelalaian manusia seperti lupa menaruh setrika, lilin jatuh, dan lupa mematikan kompor. “Bisa dibilang 60 persen karena korsleting listrik, dan sisanya kelalaian manusia,” tandasnya.

Untuk jumlah korban, sepanjang 2017 ini pihaknya mencatat tiga orang mengalami luka bakar akibat kebakaran. “Korban meninggal dunia sih tidak ada, ada yang hingga luka bakar, tiga orang, saat kejadian kebakaran di Tegalgundil, dimana mereka sedang menyelamatkan harta benda,” ujarnya.

Sementara itu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang mengatur tentang penyelenggara penanggulangan bencana di Kota Bogor sudah final, dan rencananya tinggal diparipurnakan Senin (8/1) mendatang. Sebelumnya, Raperda tersebut dijadwalkan untuk disahkan pada rapat paripurna akhir Desember lalu, namun harus ditunda karena kehadiran dewan yang tidak sesuai kuorum.

Sepeti diungkapkan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Anita P Mongan. “Sebetulnya kan disahkan pada 29 Desember lalu, namun karena kehadiran di paripurna tidak mencapai 2/3+1, maka akan diparipurnakan pada pembukaan masa sidang Senin (8/1) nanti.” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, hal itu tidak terlalu berpengaruh karena jika disahkan akhir tahun lalu pun, belum bisa langsung berfungsi karena tetap akan mendapat nomor registrasi pada 2018. “Diparipurnakan akhir tahun lalu pun, tidak bisa langsung berfungsi. Kan harus diajukan ke gubernur lagi untuk dapat nomor registrasi, tahun 2018. Sebab, untuk dapat nomor registrasi itu kan paling lambat tiga hari setelah diparipurnakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian disahkannya raperda tersebut, karena memang masih di ranah DPRD. “Ya, posisi kami menunggu dari dewan saja,” tutupnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *