METROPOLITAN – Setelah mangkrak hampir satu tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengklaim pembangunan Masjid Agung di Jalan Dewi Sartika Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor Tengah akan dilanjutkan pada tahun ini. Anggaran sebesar Rp12 miliar dari APBD 2018 pun sudah disiapkan. Proses pembangunan direncanakan mulai berjalan Maret.

Wakil Wali Kota Usmar Hariman mengatakan, semua temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) sudah selesai. Mengingat, sebelum mangkrak sejak Maret 2017 lalu, pembangunan masjid tua ini menggunakan dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jabar sejumlah Rp12 miliar.

“Harus diakui, ada kegagalan di tahap awal. Temuan BPKP, mengharuskan penyedia jasa mengembalikan Rp700 juta dan sudah diselesaikan, termasuk audit konstruksi dari BPKP karena kita akan masuk fase berikutnya,” katanya saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Usmar menjelaskan, masjid ini ditarget rampung 2019 mendatang sehingga masjid tidak bisa langsung saat masa pembangunan. “Kan ada usulan dari jamaah, bisa tidak kalau tetap ada kegiatan ibadah, misalnya, pas sudah jadi lantai satunya dulu. Sayangnya secara aturan tidak bisa, berbahaya. Kami ingin zero accident,” tandansya.

Awalnya, sambung Usmar, pemkot berencana mengusulkan anggaran Rp28 miliar dalam APBD 2018. Namun defisit yang besar dalam pembahaan APBD, memaksa anggaran pun dipangkas menjadi Rp12 miliar. “Makanya kami beri pemahaman pada jamaah, yakinkan mereka kalau masjid ini akan selesai, berjalan dan tidak mangkrak seperti ini. Dengan begitu, jamaah akan tenang karena ada kepastian,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Subbagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Bogor Aryamehr Khomsa menerangkan, hingga kini berkas permohonan lelang dari pengguna anggaran untuk Masjid Agung, yakni Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor belum tiba di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bogor. “Belum masuk. Ya kalau paling telat akhir Januari ini, berkas lelang sudah masuk ke ULP, Surat Perintah Kerja (SPK) bisa keluar Maret nanti,” katanya.

Taman Topi Jadi Alun-Alun Masjid

Sementara itu, Pemkot Bogor juga bakal merenovasi Taman Topi di Jalan Kapten Muslihat dengan Rp253 miliar. Sebab nantinya Taman Topi akan disulap menjadi taman yang terintegrasi dengan Masjid Agung, dan punya lorong bawah tanah menuju Stasiun Bogor. “Ya mirip-mirip alun-alun Masjid Agung Bandung lah, tapi akan lebih bagus dan lebih luas, karena kan jadi halaman Masjid Agung Bogor, sekaligus terintegrasi ke stasuin. Pengelolaan aset pemkot ini dipastikan tidak diperpanjang, per Desember 2018,” katanya.

Saat ini Taman Topi dikelola PT Exotica hingga akhir tahun. Sebelum masa pengelolaan aset berakhir, pemkot akan menggelar beauty contest untuk mencari investor yang dianggap layak mengelola tempat yang pernah jadi terminal ini. “Penilaian apraisal sudah ada. Nilai investasi yang ditawarkan Rp253 miliar, dengan masa pengelolaan 20 tahun, dan diprediksi mencapai Break Even Point (BEP) sekitar lima tahun lah. Meskipun nilai investasi itu bisa berubah, tergantung pemenang beauty contest, bisa saja lebih efisien,” ujarnya.

Usmar menambahkan, Taman Topi nantinya akan memiliki tempat parkir di basement, sekaligus tempat berjualan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitaran Jalan Nyi Raja Permas dan Dewi Sartika. “Sudah ada datanya, ada sekitar 178 PKL lah, mungkin lebih, nantinya dimasukkan basement. Sebab, fungsi taman tetap tidak berubah, Taman Ade Irma Suryani tetap ada sebagai tempat permainan anak. Hanya saja, nanti jadi taman bagi Masjid Agung, dan terakses ke Stasiun Bogor. Jadi semua terintegrasi. Semua desain sudah ada,” tuntasnya. (ryn/b/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here