METROPOLITAN – Lagi-lagi sekelompok pelajar membuat onar. Gerombolan siswa berjumlah sembilan orang menyerang dan melakukan perusakan terhadap fasilitas SMK Yapis, di Jalan Ahmad Yani Nomor 4 RT 04/03 Kelurahan Tanah Sareal Kecamatan Tanah Sareal, kemarin (11/1). Akibatnya, kaca jendela ruang perpustakaan sekolah dan dua pot bunga pun rusak akibat diamuk pelajar tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14:00 WIB, ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung. Tiba tiba terdengar suara benda pecah dari arah ruang perpustakaan. Kejadian itu pun sempat membuat gaduh seisi sekolah, dan suasana jadi mencekam.

“Ternyata, ada sekolompok anak pelajar, yang bukan pelajar SMK Yapis, datang dan melakukan pegrusakan papan tanda sekolah, kaca jendela ruang perpustakaan serta beberapa pot bunga,” kata Kepala Sekolah SMA Yapis, Lala, kemarin (11/1).

Sementara Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muis Effendi mengatakan, pihaknya menahan sembilan pelajar untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, diantaranya terkait motif perusakan tersebut. “Mereka diduga dari salah satu SMK di Pomad, Bogor Utara, dan SMK PGRI di Bogor Tengah. Dari keterangan pelaku FH (17), kelas 12 SMK di wilayah Pomad, mereka menyerang SMK Yapis sebagai bentuk solidaritas, terhadap kawannya yang meninggal saat tawuran, di Pasar Citeureup, Januari silam,” ucapnya saat dikonfirmasi Metropolitan.

Saat ditangkap, sambung Muis, tidak ditemukan senjata tajam. Pihaknya mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca dan pot bunga yang rusak diamuk pelajar tersebut. “Kesembilan pelajar itu sudah diperiksa, tidak ada yang bawa senjata tajam sih Mereka menyimpan dendam sama murid SMA Yapis, yang dianggap pernah menewaskan rekan mereka. Bentuk solidaritas lah katanya,” ujarnya.

Hingga kini, pihak kepolisian sudah mendatangi TKP, menggali keterangan saksi, mengamankan pelaku dan berkoordinasi dengan sekolah terkait. “Kini masih kami periksa, kami dalami, apalagi motifnya bernuansa dendam, harus ada upaya kedepan supaya tidak berkepanjangan lah,” pungkasnya.

(ryn/b/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here