BANGLI MENJAMUR, PENGAWAS BANGUNAN CUEK

by -

METROPOLITAN – Bangunan liar (bangli) menjamur di wilayah Kecamatan Kemang. Kendati begitu, kaki tangan Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (UPT Pengawasan Bangunan, red) seakan tutup mata dan tidak mau tahu. Hal itu dibuktikan, dengan dibiarkannya lahan negara yang disalahgunakan.

Aturan yang ditabrak itupun mendapat kritikan pedas dari masyarakat sekitar. Bahkan, karena ulah oknum yang tidak mau bekerja tersebut kritikan lainnya pun menyasar kepada pemerintah yang bukan sesuai tupoksinya. Seperti pemerintah desa dan kecamatan.

Seorang warga Kemang Wawan (45) mengatakan, dari ruas Jalan Raya Salabenda sampai perempatan Jampang-Kemang banyak yang menyalahgunakan bangunan. “Tidak berdiri di lahan yang seharusnya tuh. Saya rasa ga ada juga IMB-nya,” ujarnya kepada Metropolitan kemarin.

Sementara, pantauan Metropolitan tak hanya berada di lahan milik negara, tapi banyak juga bangli yang melanggar garis sepadan jalan (GSJ). “Saya sangat menyayangkan. Padahal setiap wilayah terdapat UPT. Mereka kerjanya apa coba. Ini kan bukti. Terlihat ko, dibiarkan,” keluh Wawan.

Hal senada dikatakan Romli (37) warga Desa Jampang. Dia mengatakan, pemerintah terkesan cuek, padahal kondisi tersebut telah menganggu ketertiban umum wilayah sekitar.

Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bogor menerbitkan surat larangan bagi warga yang akan mendirikan bangunan di sepanjang jalan atau tempat milik negara,” harapanya.

Sementara, saat akan dikonfirmasi Metropolitan, kantor UPT Pengawasan Bangunan nampak sepi dan tidak adanya petugas.

(dyn/yos/b/sal)

MELANGGAR : Inilah salah satu bangunan diwilayah Kemang Kabupaten Bogor yang nampak terlihat melanggar garis sepadan jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *