DEMOKRAT TARGET 100 RIBU SUARA UNTUK BADRA

by -7 views

METROPOLITAN – Partai Demokrat (PD) Kota Bogor mengaku optimis dapat menyumbang 100 ribu suara untuk bakal pasangan calon (bapaslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor, Bima Arya dan Dedie A Rachim, di pilwalkot Bogor 2018. Target ini disesuaikan dengan jumlah kursi yang dimiliki PD di DPRD Kota Bogor.

Demokrat berharap bisa mengamankan 90-100 ribu suara untuk Badra karena kita punya modal lima kursi. Kita berharap bisa mengejar angka itu,” kata Sekretaris PD Kota Bogor Ferro Sopacua usai menghadiri silaturahmi bersama bapaslon yang memiliki slogan Badra bersama keluarga besar kader partainya di Gumati Cafe Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin malam.

Ferro mengakui bahwa pergerakan PD saat ini memang belum terlihat nyata. Namun pada proses kampanye nanti, ia akan mengerahkan kemampuan secara maksimal untuk memenangkan pasangan Badra di pesta demokrasi masyarakat Kota Bogor lima tahunan itu. “Kita akan all out. Kita akan kerja full tim. Ada 68 ketua ranting, punya struktural di bawahnya anak-anak ranting di enam kecamatan, kita akan kerja buat Bima-Dedie,” ucapnya.

Ferro sendiri menilai bapaslon dengan slogan Badra ini wajib didukung karena memiliki kemampuan yang cukup mumpuni. Periode sebelumnya, Bima Arya adalah Wali Kota dan Dedie A Rachim pejabat di KPK, sehingga keduanya sudah tentu mempunyai pengalaman yang cukup mumpuni untuk menjalankan roda pemerintahan. “Yang pasti kami melihat Kang Bima dan Kang Dedie memiliki kemampuan yang cukup mumpuni. Selain itu, Kang Bima mengikuti proses penjaringan di Demokrat, baik tingkat DPC, DPD maupun DPP. Jadi nggak ada alasan untuk kami tidak mendukung. Kita akan membuat komitmen bahwa Kang Bima yang daftar ke Demokrat dan inilah kita,” ujarnya.

Sementara calon wali kota Bogor, Bima Arya, mengapresiasi langkah yang dilakukan PD Kota Bogor. Namun, ia mengaku tak mau jemawa dan terbuai hasil survei yang selalu menempatkan namanya di daftar teratas popularitas dan elektabilitas. Bersama pasangannya, ia akan terus bekerja keras menjemput harapan warga Kota Bogor dalam prinsip pemerintahan yang mengabdi. “Saya dengan Kang Dedie menempatkan diri sama dengan lain. Asumsinya, semua bapaslon kuat, ketokohannya kuat. Kami tidak terlalu melihat survei. Kami menganggap survei kami rendah. Kami tidak mau terbuai oleh angka-angka saja. Kami ingin kerja keras menjemput harapan warga,” kata Bima.

Bagi Bima, prinsip tersebut sesuai tagar yang diusungnya pada pilwalkot Bogor 2018, yakni #AbdiBogor. Ada dua makna yang dimaksud dari tagar #AbdiBogor. Pertama, bersama Dedie ia merupakan asli orang Bogor. Kedua, tagar ini menunjukkan bahwa mereka siap mengabdi, mewujudkan pemerintahan yang mengabdi dan melayani. “Jadi dua makna itu tagar #AbdiBogor. Saya dengan Kang Dedie orang Bogor. Saya asli Bogor, keluarga Kang Dedie orang Bogor. Ayah kami, kakek kami, semua orang Bogor juga,” ucapnya.

Bima menambahkan, dalam waktu dekat ini ia bersama Dedie A Rachim akan meluncurkan program lima tahun ke depan dan capaian kinerja selama ini di sebuah acara bertajuk ‘Ngariung Sareng Badra’ di SKI Tajur, akhir pekan ini. “Yang penting kami tetapkan dulu targetnya. Dari target itulah ukuran tuntas. Ketika kami bertanggung jawab, lima tahun ke depan kami lihat apakah tuntas atau tidak berdasarkan target itu. Setelah deklarasi nanti, kami akan launching (meluncurkan, red) program-program ke depan. Jadi ketika saya mulai cuti, kita akan meluncurkan secara resmi program-programnya. Tuntaskan itu apa saja, nanti akan diterangkan lebih rinci lagi di sana,” tutupnya.

(rez/b/ram/run)

Loading...