News, Sport and Lifestyle

Diautopsi, Makam Korban Penganiayaan Dibongkar

KEMANG – Suasana duka menyelimuti keluarga Niri (53) dipemakaman wakaf RT02/03, Pondok Udik Kecamatan Kemang Bogor pagi kemarin. Hal itu, lantaran jazad Erlangga (13) kembali diangkat untuk dilakukan otopsi oleh Tim Forensik RS Polri Keramat Jati.
Informasi yang dihimpun sebelumnya, Erlangga menjadi korban penganiayaan sekelompok orang pada 1 Januari 2018 lalu, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Adapun, tindakan otopsi terhadap korban merupakan permintaan dari pihak penyidik Polsek Kemang, dan dilakukan Kamis (11/1) sekira pukul 09.00WIB dan langsung disaksikan keluarga korban dan warga sekitar.
Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf Hidayat menuturkan, hasil sementara korban meninggal dunia akibat benturan benda keras, sehingga menyebabkan pendaharan pada bagian otak dan tidak bisa diselematkan. “Tidak ada luka sayatan pada tubuh korban. Hanya ada bekas benturan benda keras,” tuturnya kepada Metropolitan kemarin.
Ade menambahkan, peristiwa yang mengakibatkan Erlangga tewas lantaran korban terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai dan langsung dianiaya segerombolan orang yang tidak dikenal. “Tapi, kami sudah mengamankan dua pelaku pemukulan terhadap korban. Pelaku diamankan di Polsek Kemang, dan yang lainya sedang dalam pengejaran. Pelaku terkena pasal 170 junto 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya.
Sementara itu, orang tua korban Niri (53) mengharapkan dengan dilakukannya otopsi tersebut issue terkait korban sebagai geng motor dapat dihapuskan dari opini publik.
“Selain itu saya berharap, pelaku bisa diungkap. Karena issue yang berkembang anak saya dianggap sebagai anggota geng motor. Itu salah, bukan geng motor,” terangnya.

KEMANG – Suasana duka menyelimuti keluarga Niri (53) dipemakaman wakaf RT02/03, Pondok Udik Kecamatan Kemang Bogor pagi kemarin. Hal itu, lantaran jazad Erlangga (13) kembali diangkat untuk dilakukan otopsi oleh Tim Forensik RS Polri Keramat Jati.
Informasi yang dihimpun sebelumnya, Erlangga menjadi korban penganiayaan sekelompok orang pada 1 Januari 2018 lalu, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Adapun, tindakan otopsi terhadap korban merupakan permintaan dari pihak penyidik Polsek Kemang, dan dilakukan Kamis (11/1) sekira pukul 09.00WIB dan langsung disaksikan keluarga korban dan warga sekitar.
Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf Hidayat menuturkan, hasil sementara korban meninggal dunia akibat benturan benda keras, sehingga menyebabkan pendaharan pada bagian otak dan tidak bisa diselematkan. “Tidak ada luka sayatan pada tubuh korban. Hanya ada bekas benturan benda keras,” tuturnya kepada Metropolitan kemarin.
Ade menambahkan, peristiwa yang mengakibatkan Erlangga tewas lantaran korban terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai dan langsung dianiaya segerombolan orang yang tidak dikenal. “Tapi, kami sudah mengamankan dua pelaku pemukulan terhadap korban. Pelaku diamankan di Polsek Kemang, dan yang lainya sedang dalam pengejaran. Pelaku terkena pasal 170 junto 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya.
Sementara itu, orang tua korban Niri (53) mengharapkan dengan dilakukannya otopsi tersebut issue terkait korban sebagai geng motor dapat dihapuskan dari opini publik.
“Selain itu saya berharap, pelaku bisa diungkap. Karena issue yang berkembang anak saya dianggap sebagai anggota geng motor. Itu salah, bukan geng motor,” terangnya.

(dyn/b/sal)

OTOPSI : Terlihat Tim Forensik RS Polri Kramatjati saat melakukan pengangkatan jenazah korban meninggal dunia untuk dilakukan otopsi, kemarin.

OTOPSI : Terlihat Tim Forensik RS Polri Kramatjati saat melakukan pengangkatan jenazah korban meninggal dunia untuk dilakukan otopsi, kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *