Disdukcapil Siapkan KIA untuk Bayi Lahir

by -19 views

METROPOLITAN- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor mulai melakukan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA).

Pada 2017 lalu, sedikitnya ada 1.000 keping blanko KIA yang disiapkan untuk penerapan program pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Agus Suparman mengatakan, tahun ini pihaknya akan mulai membuka pelayanan untuk pembuatan kartu identitas tersebut.

Masing-masing pemerintah daerah diminta mengelola kegiatan pembuatan KIA ini secara mandiri. Nah, karena jumlahnya relatif sedikit, maka penggunannya direncanakan secara terbatas,”sebut Agus.

Pada tahap awal, blangko KIA yang sudah ada akan dipergunakan untuk mencetak KIA bagi bayi-bayi warga Kota Bogor yang baru lahir mulai tahun 2018.

Hal itu dilakukan karena pertimbangan teknis, mengingat KIA bagi bayi dan anak di bawah 5 tahun tidak memerlukan foto. Menurut Kasie Identitas Bidang Kependudukan, Ifti Martini, KIA tersebut nantinya akan disertakan pada saat penyerahan akte kelahiran bayi-bayi tersebut. “Jadi setiap anak yang baru lahir selain mendapatkan akte kelahiran, juga akan mendapatkan KIA,” jelasnya.

Untuk tahap selanjutnya, Disdukcapil Kota Bogor akan memberikan pelayanan penerbitan KIA bekerjasama dengan sekolah-sekolah, khususnya SD dan SMP. KIA yang diterbitkan oleh pemerintah daerah masing-masing akan berbeda. Terutama berbeda dari warna yang akan dipergunakan. Meski demikian format kartu akan sama dengan KTP orang dewasa.

Ada dua jenis KIA berdasarkan usia pemiliknya. KIA bagi anak berusia antara 5 tahun sampai dengan 17 tahun kurang satu hari, wajib dilengkapi foto. Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi bayi dan anak berusia antara 0 sampai dengan sebelum 5 tahun. Secara teknis, pelayanan KIA direncanakan akan dilaksanakan termasuk dengan melibatkan berbagai pihak seperti rumah sakit dan sekolah.

Menurut Ifti, secara teknis setiap anak yang akan dibuatkan KIA, terutama yang berusia antara 5 sampai 17 tahun kurang satu hari, perlu membawa foto masing-masing. “Sebab untuk pengadaan fotonya memang tidak dilakukan teknis perekaman seperti pada KTP,” jelas Ifti. Foto yang dibutuhkan tersebut tercetak dengan ukuran 2 x 3 dan nantinya akan discan dan dilekatkan pada KIA.

(*/feb)

Loading...