METROPOLITAN – Khawatir penyakit difteri dan penyebarannya, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami kemarin memanggil seluruh pejabat terkait mulai dari kepala desa (kades), kepala puskesmas, camat hingga para kepala perangkat daerah. Mereka dikumpulkan di aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu.

Dalam pertemuan tersebut, bupati mengaku khawatir tentang adanya kasus yang terjadi akibat wabah difteri. Terlebih saat ini kasus tersebut banyak terjadi di masyarakat. “Perlu adanya langkah dan upaya penanganan secara cepat dan tepat agar wabah difteri ini tidak menyebar,” kata Marwan.

Marwan menegaskan, sejak kasus difteri terjadi di Kabupaten Sukabumi, nantinya tidak ada cerita lagi bagi camat, kepala desa, kepala puskesmas yang mengaku tidak mengetahui persoalan terebut dengan alasan tidak ada koordinasi. “Bagaimanapun camat sebagai pemegang kendali di wilayah tentunya harus bisa memberikan suatu jawaban,” tegas Marwan.

Bupati berharap agar semua komponen pemerintah melakukan sosialisasi dan penangan bersama terhadap permasalahan ini. Bidang promosi kesehatan (promkes) pun diharuskan melakukan sosialisasi difteri dan penangannya. “Laporkan kepada camat secara utuh, lakukan koordinasi antar instansi. Perlu diyakini bahwa difteri di wilayah kabupaten Sukabumi harus ditanggulangi bersama,” tandasnya.

Bupati pun meminta kepada dinas kesehatan untuk membentu tim kejadian luar biasa yang khusus untuk melakukan investigasi ke lapangan. Tim ini bukan hanya melakukan investigasi di lokasi yang tengah terjadi, tetapi juga mengantisipasi sebaran dampak yang akan timbul dan terjadi diwilayah baru. “Sehinga nantinya kita bisa lebih awal mengantisipasinya,” pungkasnya.

(hep/ram/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here