Setelah mendapatkan tanda terima dari KPU, pasangan calon (paslon) yang maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bogor akan menjalani tes kesehatan. Sesuai jadwal, hari ini tes akan dimulai selama dua hari hingga Sabtu (13/1). Dalam tes ini, pasangan calon terancam bakal dicoret dari daftar peserta Pilkada oleh KPU jika hasilnya dinyatakan tidak memenuhi syarat alias penyakitan.

Di Kota Bogor, empat pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor 2018 akan menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) Dr Mintohardjo, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor menyiapkan tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) untuk memeriksa kesehatan para calon peserta pilwalkot Bogor 2018. Pemeriksaan itu meliputi kesehatan jasmani, kejiwaan dan keberadaan zat narkotika dalam tubuh para calon peserta. Ini untuk memastikan kalau peserta pilkada dalam keadaan sehat atau tidak berpenyakitan.

Komisioner Divisi SDM dan Parmas KPU Kota Bogor Bambang Wahyu mengatakan,  hasil tes kesehatan diperkirakan akan keluar pada Senin (15/1), pekan depan.  “Nanti KPU dan IDI yang akan merilis hasilnya,” ujarnya.

Kemarin, seluruh kandidat telah berangkat menuju lokasi untuk memulai rangkaian pemeriksaan kesehatan yang akan berlangsung Jumat (12/1) hari ini. Pantauan di lokasi, para paslon berangkat bersama dari KPU Kota Bogor. Di antaranya,  Edgar Suratman-Sefwelly Gynanjar Djoyodiningrat, Bima Arya-Dedie A Rachim dan Achmad Ru’yat-Zaenul Mutaqin. Sedangkan pasangan Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso rencananya akan menyusul hari ini.

 “Kami akan langsung ke Jakarta. Karena, pak STS pun sekarang lagi ke Lombok, ada acara ngasih kuliah dan itu sudah diagendakan sejak satu bulan lalu,” kata Bakal Calon Walikota Bogor Dadang Iskandar Danubrata.

Pemeriksaan kesehatan paslon menjadi salah satu syarat wajib yang akan menentukan lolos tidaknya para kandidat maju di Pilkada Bogor.

Ketua KPU Kota Bogor Undang Suryatna mengatakan, bakal calon yang telah mendaftarkan diri akan dicoret dan diganti oleh kandidat lain bila hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Bakal calon yang tidak penuhi syarat dapat diganti sesuai dengan keputusan partai koalisi,”kata Undang.

Di Kabupaten Bogor, lima bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Bogor 2018 juga menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumkital Dr Mintohardjo. Di antaranya Ade Yasin-Iwan Setiawan, Ade Ruhandi-Inggrid Kansil, Ade Wardhana-Asep Ruyat, Gunawan Hasan dengan Ficky Rhoma Irama, dan Fitri Putra Nugraha-Bayu Syah Johan.

Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti mengatakan, KPU Kabupaten Bogor telah membentuk tim kesehatan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor.

Di hari pertama pemeriksaan, bapaslon akan mengikuti pemeriksaan psikologi terlebih dulu. “Setelah pemeriksaan psikologi, di hari kedua, Sabtu 13 Januari, bapaslon akan mengikuti pemeriksaan kesehatan jasmani-rohani dan bebas penyalahgunaan narkoba,” ujar Haryanto kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut Haryanto, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu syarat wajib bagi bapaslon yang akan maju di pilbup Bogor 2018. Nantinya, hasil pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu pertimbangan apakah layak untuk maju atau tidak. “Iya betul ,hasil pemeriksaan ini syarat wajib dan hasilnya bisa juga menentukan lolos atau tidaknya bapaslon,” paparnya.

Sementara Komisioner KPU Kabupaten Bogor Divisi Teknis, Perencanaan dan Data, Ummi Wahyuni, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan akan diumumkan 15-16 Januari 2018. Hasil pemeriksaan kesehatan akan menjadi pertimbangan saat penetapan pasangan calon Februari mendatang. “KPU hanya menerima hasil pemeriksaan dari tim kesehatan. Nantinya ini juga berpengaruh atas lulus atau tidaknya bapaslon,” kata Ummi.

Lima bapaslon sudah mulai dikumpulkan di Jakarta tadi malam untuk terlebih dulu mendapat pengarahan dari tim kesehatan dan tim dari RSAL Mintohardjo. Menurut Ummi, RSAL sengaja menjadi tempat pemeriksaan kesehatan lantaran di Kabupaten Bogor belum ada rumah sakit Tipe A. “Harusnya di Bogor tapi tidak ada rumah sakit tipe A. Di Bandung ada tapi di sana penuh karena ada 16 kota/kabupaten yang menggelar pilkada dan melakukan tes kesehatan di sana. Jadi KPU Jabar merekomendasikan kami ke provinsi terdekat yaitu Jakarta dan dapatnya RSAL ini bersama bapaslon dari Kota Bogor juga,” tandasnya.

Terpisah, Ketua IDI Kota Bogor Zainal Arifin menyatakan kesiapannya membantu KPU dalam pemeriksaan tersebut. Menurutnya, yang terpenting dalam pemeriksaan kesehatan adalah aspek kejiwaan para calon peserta. Pemeriksaan kesehatan jasmani terdiri dari delapan jenis, di luar organ dalam seperti jantung, syaraf dan lain sebagainya. Pemeriksaan itu dilakukan dua hingga tiga dokter untuk setiap jenisnya.

(fin/rez/c/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here