News, Sport and Lifestyle

Panwas Selidiki Pencatutan Dukungan oleh Paslon Perseorangan

METROPOLITAN – Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kabupaten Bogor tengah melakukan klarifikasi terkait dugaan pencatutan KTP-elektronik warga yang dilakukan bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Bogor 2018 jalur perseorangan untuk memenuhi syarat minimal dukungan. Klarifikasi ini dilakukan lantaran ada warga yang merasa KTP-nya dicatut sebagai bentuk dukungan dan melaporkannya ke panwas.

Ketua Panwa Kabupaten Bogor, Ridwan Arifin, mengatakan bahwa klarifikasi dilakukan selama lima hari mulai hari ini 11-15 Januari 2018. Klarifikasi dilakukan untuk menyelidiki benar-tidaknya laporan yang disampaikan masyarakat. “Ada warga yang melapor, merasa KTP-elektroniknya dicatut sebagai dukungan calon perseorangan. Padahal dirinya tidak pernah merasa memberikan dukungan. Hari ini kami mulai melakukan klarifikasi atas kasus tersebut,” kata Ridwan kepada Metropolitan, kemarin.

Klarifikasi dilakukan dengan memanggil pihak-pihak terkait. Di hari pertama kemarin, Panwas memanggil pemohon bersama panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) sebagai saksi. Selain itu, Panwas Kabupaten Bogor akan memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipili (Disdukcapil) Kabupaten Bogor untuk dimintai keterangan. Setelah itu, panwas juga akan memanggil bapaslon perseorangan. “Hari ini (kemarin, red) kami baru mengundang pemohon, PPK, PPS. Besok (hari ini, red) kami panggil Disdukcapil bersama KPU. Setelah itu semua selesai calon juga kami panggil,” terangnya.

Proses klarifikasi ini juga melibatkan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) dari Polres Bogor dan Kejaksaan Cibinong. Nantinya, jika hasil klarifikasi menunjukan ada pencatutan melalui bukti-bukti dan saksi-saksi, Gakumdu akan meprosesnya lebih lanjut.

Sekarang kami selesaikan proses klarifikasinya dulu, apakah bukti dan saksi-saksinya sudah cukup. Hasil klarifikasi ini yang nanti jadi acuan. Kalau terbukti mencatut bisa dipidana,” tegas Ridwan.

Sebelumnya, banyak kabar terjadi pencatutan KTP-el sejumlah warga oleh bapaslon perseoarangan untuk memenuhi minimal dukungan sebagai syarat maju di pemilihan bupati (pilbup) Bogor 2018. Namun, dari sekian banyak informasi, baru kali ini ada warga yang berani mealpor ke Panwas Kabupaten Bogor.

Saat ini, ada dua bapaslon perseorangan yang mengikuti pendaftaran di KPU Kabupaten Bogor yaitu pasangan Ade Wardhana Adinata – Asep Ruhiyat (AA) dan pasangan Gunawan Hasan – Ficky Rhoma (GH-FR). Keduanya pun masih harus melengkapi puluhan ribu dukungan karena pada verifikasi seblumnya banyak dukungan yang tidak memenuhi syarat (TMS) atau tidak sah. (fin/b/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *