News, Sport and Lifestyle

PD PPJ Tolak Usulan Pedagang Blok F

METROPOLITAN – Para pedagang Blok F Pasar Kebonkembang menolak mentah-mentah siteplan revitalisasi gedung Blok F yang kembali diperlihatkan, saat melakukan pertemuan tertutup dengan Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) dan perwakilan investor PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti Utama, di kantor PD PPJ, kemarin.

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Blok F Muhammad Suryanto, belum ada titik terang dari pertemuan kemarin siang. Sudah mulai ada keterbukaan, diantaranya soal siteplan, namun masih belum sesuai kriteria. “Karena belum ada perubahan dari apa yang ditunjukan saat pertemuan di Pangrango, tahun lalu,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Dirinya juga menyayangkan sikap PD PPJ yang terkesan mengesampingkan usulan pedagang, padahal sudah ada kesepakatan dalam rencana pembangunan Blok F. “Dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) revitalisasi ini kan jelas tercantum, bahwa kami (pedagang Blok F, red) jadi prioritas, tetapi kenapa usulan kami tetap saja mental, mereka kekeuh tidak mendengarkan usulan kami. Jadi prioritas dimananya?” ketusnya.

Dia menambahkan, tnututan pedagang tidak muluk-muluk, diantaranya pascarevitalisasi nanti, gedung tetap selandai dengan jalan Dewi Sartika. Namun, ada perubahan ketinggian, sehingga disinyalir bakal merugikan pedagang eksisting yang akan menempati lantai utama tersebut. “Tujuan awal revitalisasi kan menampung PKL dan pedagang binaan pemerintah juga, tetapi kok, yang ada membicarakan Pendapatan Asli Daerah (PAD), buat pedagang kejauhan, akomodasi saja dulu usulan kami, ketika kami sukses, PAD mah ngikutin,” ujarnya.

Pedagang  jugatidak akan setuju jika ditempatkan di lantai satu hingga empat. Berkaca dari Blok A, sampai hari ini banyak yang belum terjual. “Masih banyak kios-kios yang kosong 500 sampai 700 kios tak berpenghuni alias kosong, jangan sampai Blok F seperti itu. Pedagang tentu lebih tahu, kondisi pasar, di dengar lah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pasar Kebon Kembang Iwan Arif Budiman menerangkan, pengembang akan menerima usulan para pedagang, diantaranya mengurangi ketinggian tangga, yang semula 3 meter menjadi 2,5 meter. “Dikurangi 50 centimeter, kalau kurang dari itu berat,” ujarnya.

Selain revitalisasi, pemkot juga akan melakukan pengecoran jalan setinggi 40 sentimeter, makanya jika kurang dari 2,5 meter, maka beresiko banjir. “Ketika diturunkan terus sampai sejajar jalan maka yang masuk bukan pengunjung, tapi air kota hujan,” ucapnya.

Iwan menambahkan, setelah perwakilan paguyuban melakukan musyawarah dengan pedagang, akan ada pertemuan kembali, karena investor sendiri belum menerima usulan pedagang soal perubahan tinggi tangga. “Pembahasan ini bukan setuju atau tidak setuju tetapi agar pedagang paham agar tidak ada spekulasi siteplan,” tutupnya.

(ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *