METROPOLITANSekilas tak ada yang beda dengan rumah milik NA alias Ompong di Kampung Cikalagan, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Di rumah itulah, lelaki berusia 46 tahun itu menjalankan bisnis terlarangnya. Meski hanya lulusan SMA, rupanya NA berhasil mendulang rupiah dari praktik jual beli ijazah palsu yang sudah setahun dilakoni.

Satreskrim Polres Bogor berhasil meringkus NA pelaku yang merupakan otak dari penerbitan ijazah palsu di wilayah Bogor. Tim dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) dan tiga anggota kepolisian mengegrebek rumahnya setelah mendapati laporan warga soal adanya praktik tersebut.

Aksi Ompong sebelumnya terbilang mulus, karena bisnis terlarangnya laris dari mulut ke mulut. Lelaki yang sempat jadi pengangguran itu juga dinilai jeli melihat pasar untuk bisnis terlarangnya. Sebab, kebanyakan dokumen ijazah yang dipalsukan untuk setingkat SMP dan SMA.

Kebanyakan buat lamar kerja di pabrik,”kata NA saat diwawancarai di Mapolres Bogor.

Bahkan, ia juga mencari klien lewat media online hingga praktik bisnisnya terendus dan berhasil dibongkar polisi.

Menurut keterangan polisi, terbongkarnya sindikat jual beliijazah palsu itu berawal saat dari aduan masyarakat pada 8 Januari 2018. Sampai akhirnya, tim dari Tipiter melakukan penggerebekan ke lokasi.

Di kediaman pelaku, Ompong sudah tak bisa berkutik. Bersama sejumlah barang bukti, pelaku pun akhirnya digelandang ke Mapolres Bogor.

Waktu ditangkap pelaku lagi buat ijazah pesanan orang,”kata Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky Pastika.

Adapun sejumlah barang bukti yang disita diantaranya komputer, stempel sejumlah sekolah (15), blanko ijazah (17), flashdisk (2), wadah tinta (1), ponsel (1) dan hologram tutwurihandayani (45 lembar).

Untuk stempelnya kebanyakan dari sekolah swasta di Bogor dan Bekasi,”kata Dicky.

Dari hasil pemeriksaan, untuk sementara pelaku hanya mengaku membuat 10 ijzah palsu. Naun, keterangan itu masih akan didalami polisi guna membongkar sindikat praktik jual beli ijazah palsu.

Sementara kami baru mengantonmgi 12 nama sekolah yang dicatut pelaku. Untuk berapa jumlah keseluruhannya ini masih kami dalami,”kata dia.

Sampai sejauh ini, Lanjut Dicky. Polres Bogor belum mendapat keluhan dari sekolah yang namanya dicatut dalam ijazah palsu. Pihaknya akan melakukan pengecekan secara manual ke sekolah untuk meminta keterangan. “Rata-rata para pemesan ijazah palsu untuk mendaftar kerja di pabrik atau toko dan karena penerima kerja kurang mengecek kebenaran ijazah,”Bbebernya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dikenakan Pasal 263 ayat 1 pasal 68 ayat 1 UU No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS (sistim pendidikan nasional).

Saya berharap agar pemalsuan ijazah ini tak terjadi lagi dan perusahaan agar lebih selektif lagi dalam menerima karyawan baru,”tukasnya.

(ads/c/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here