News, Sport and Lifestyle

RELOKASI TAHAP DUA, PEDAGANG KHAWATIR SEPI PEMBELI

Cisarua – Sejumlah pedagang oleh – oleh yang lapaknya bakal digeser ke lahan baru Rest Area Gunung Mas berharap agar lapak baru yang bakal ditempati nanti tidak sepi seperti Rest Area Semesta Cilember. Seperti yang diungkapkan Asep (45) salah seorang pedagan oleh – oleh khas Bogor. Dirinya meminta peran pemerintah agar area tersebut terus ramai pengunjung. “Kalau sepi buat apa relokasi,” katanya.

Kini, cut and Fill atau perataan tanah di Rest Area PT Perkebunan Nusantara VIII di lahan HGU Gunung Mas bakal rampung dalam waktu dekat. Setelahnya, pemerintah akan membangun kios untuk ditempatkan para pedagang sebelum dieksekusi. 

Camat Cisarua Bayu Rahmawanto mengatakan, saat ini lokasi yang berada di Jalan Raya Puncak akan dibangun kios sementara. Namun, relokasi dilakukan sebelum pembongkaran. “Untuk cut and feelnya sudah selsai 100 persen. Kami membantu memindahkan dulu para PKL yang akan terkena pembongkaran,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, penataan rest area Gunung Mas perlu proses bertahap. Setelah tahap pertama relokasi, barulah membangun infrastuktur. Saat ini tengah pemasangan dan perbaikan irigasi. Hal itu sehubungan dengan adannya keluhan warga soal sumber mata air. “Karena, berdekatan dengan sungai warga tugu selatan. Karena airnya digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari,” ungkap Camat.

Sedangkan, lanjut camat, untuk pembangunan sarana lain seperti musolah dan bangunan lainnya akan masuk dan waktu pembangunan tahun ini. Sementara pedagang dan pengunjung bisa mengunakan sarana warga di sekitar rest area. 

Sebelumnya, Bupati Bogor Nurhayanti mendandatangani MoU ini sebagai lahan relokasi PKL dan pengembangan rest area di Kawasan Puncak Kabupaten Bogor. Terdapat lima hektar yang diberikan dengan tempo perjanjian selama lima tahun dengan dua tahun MoU kesepakatan bersama.”Jadi dari lima hektare ini satu hektare kita gunakan untuk relokasi para PKL tahap kedua. Sekarang sedang ada pembukaan dulu,” ujarnya. Dalam proyek tersebut, Pemkab Bogor menggelontorkan Rp10,9 M dan akan dihuni 354 kios pedagang.

(ash/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *