Siang itu, sepulang dari pengajian sebuah taksi berhenti persis di depan gerbang rumahku. Aku yang sudah memegang daun pintu untuk membuka pintu rumah sejenak menoleh kala kudengar seorang perempuan berucap salam. Aku menjawab salam dan ternyata sang perempuan memang menuju rumahku.

Perempuan itu sedang hamil besar dan kelihatan sekali dari wajahnya kalau ia sangat kelelahan. Aku tak mengulur waktu dan segera mempersilakan ia masuk segera saat ku tahu ia ternyata ingin bertemu suamiku. Aku membuka pintu rumah dan mempersilahkan dia masuk. Kupersilahkan duduk di sofa ruang tamu sementara aku ke kamar belakang memberitahu putriku kalau ada tamu dan memintanya membawakan minum untuk tamu di ruang tamu. Tamu yang sesungguhnya aku belum kenal. Hanya karena ia bilang ingin bertemu suamiku maka kupersilahkan masuk.

Aku adalah perempuan yang tidak suka ikut campur urusan suami. Tidak suka tanya ini itu karena biasanya suamiku akan bercerita apapun soal pekerjaan dan soal hal-hal lain. Namun kali ini rasa penasaran akhirnya membuatku bertanya ada apa gerangan keperluan perempuan itu ingin bertemu suamiku siang-siang begini. Maka, kuberanikan diri untuk bertanya, “Mohon maaf bu, kalau boleh tahu, ibu ini siapa dan ada keperluan apa dengan suami saya?”.

Jujur, pertanyaan itu aku ajukan hanya ingin tahu dan ingin menelepon suamiku mengabari kalau ada tamu yang mencarinya ke rumah. Dengan sopan, perempuan itu pun menjawab

”Saya istri muda suami ibu”.

Jawaban singkat itu membuat dunia seakan berhenti berputar bagiku. Namun, aku mencoba untuk memperjelas kembali jawaban perempuan itu. “Mohon maaf bu, apakah saya tidak salah dengar?”

Nggak bu, ini rumah pak Ahmad dan ibu adalah istrinya kan?” Aku jawab, “iya bu, ini rumah pak Ahmad suami saya.” “Berarti saya tidak salah bu. Saya adalah istri muda pak Ahmad. Pemilik rumah ini,” jawabnya.

Rumah yang kutempati sekan runtuh dan reruntuhannya menimpaku mendengar penegasan jawaban perempuan itu. Aku hanya bisa beristighfar sambil mengusap perutku yang juga sudah besar. Iya, aku sedang dalam kondisi hamil tua. Putriku yang kebetulan sedang menyuguhkan minum akhirnya ikut duduk memperjelas duduk persoalan. Lalu ia tanpa kuminta memanggil abangnya yang juga sedang berada di rumah untuk ikut duduk di ruang tamu. Mereka berdua kelihatan sangat marah mendengar pengakuan perempuan di depannya bahwa ia adalah istri muda ayah mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here