News, Sport and Lifestyle

Sentul City Membantah Terkait Pemberitaan Ada Jenazah Yang Tidak Bisa Dimandikan Karena Krisis Air

BOGOR – Perumahan Sentul City membantah keras adanya berita terkait meninggalnya warga Sentul City yang  jenazahnya tidak bisa dimandikan di masjid, karena tidak ada air di perumahan tersebut. Hal itu ditegaskan Presiden Komisaris (Presdir) PT. Sukaputra Graha Cemerlang (SGC), Jonni Kawaldi kepada wartawan, Sabtu (20/1) kemarin.
“Kami dari pihak Sentul City merasa sangat di rugikan atas  pemberitaan miring yang menjurus pencemaran nama baik dan  fitnah itu. Ketika saya mendengar bahwa ada kejadian warga yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga meninggal dan jenazahnya tidak bisa dimandikan di mesjid, kami sempat tanda tanya,” ujarnya
Menurutnya, akibat pemberitaan tersebut, secara khusus kami sangat dirugikan nama baiknya, dan pihaknya mempertimbangkan akan menempuh jalur hukum kepada pihak-pihak yang sengaja menyebarkan berita bohong tersebut. Padahal dimesjid itu sendiri peralatan untuk memandikan jenazah  dan air sudah komplit dan tersedia yang tentunya sudah di siapkan untuk memandikan jenazah.
Informasi lain yang berhasil diperoleh wartawan dari salah satu petugas Security Sentul City berinislan N yang ikut mengantar jenazah almarhumah dari rumah korban sampai ke rumah sakit pada hari Kamis (18/1/2018) menuturkan, bahwa almarhumah meninggal dikarenakan sakit karena akibat stroke.
“Kami ikut membawa almarhumah ke Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong untuk memastikan apakah yang bersangkutan sudah meninggal atau masih bisa diberikan pertolongan medis di rumah sakit tersebut? “. ungkapnya.
Almarhum oleh dokter dinyatakan sudah meninggal akibat sebelumnya almarhumah jatuh dan kena serangan stroke. “Dari pihak rumah sakit sendiri menyatakan bahwa almarhumah meninggal karena serangan stroke mendadak, dan pihak rumah sakit sudah berupaya menyelamatkan, akan tetapi tidak berhasil,” tutunya.
Lebih lanjut N juga menuturkan, pada pukul 13.00 WIB dari pihak keluarga meminta agar jenazah nya tolong dimandikan sekalian dirumah sakit, karena rencana awalnya mau di bawa pulang ke kampung halaman almarhum di Jember Jawa Timur, sehingga minta segera dimandikan dirumah sakit tersebut. Permintaan itu pun di perkuat ke pada pihak rumah sakit oleh beberapa orang DKM, karena kebetulan bos almarhumah pemilik rumah beragama non muslim.
“Akan tetapi, ternyata  dari anak almarhumah masih mempertimbangkan apakah jenazah akan tetap dimakamkan di Jember atau di Bogor, mengingat biaya pengiriman menggunakan mobil jenazah sangat besar. Meski almarhumah hanya sebagai pembantu rumah tangga, tetapi almarhumah sudah ikut keluarga itu dari mulai anak-anak pemilik rumah masih kecil, sehingga pemilik rumah sudah menganggap seperti keluarga sendiri,” katanya. (sol) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *