News, Sport and Lifestyle

Tersiksanya aku dimadu suami (habis)

Puncaknya aku sudah benar-benar tak tahan dengan perangai suamiku yang tak pernah melayani batinku, jiwaku, perasaanku seolah-oleh tak diindahkan. Melihat aku menangis, mereka menganggapku seolah-olah benda yang tak berguna, mereka malah tertawa dan bersenda gurau didepanku, seakan-akan aku ini bukan istrinya juga.

Berbicara denganku juga seolah-olah suamiku juga merasa jijik. Perlahan-lahan uang nafkah diberikan padaku juga seakan-akan tidak cukup, fungsi aku dirumah hanyalah sekedar untuk melakukan tugas-tugas pembantu rumah. Aku semakin jauh dari suamiku, aku sadar aku cuma perusak kebahagiaan mereka, untuk apa lagi aku bertahan?

Aku sekarang sudah tidak diperlukan suamiku lagi. Aku sudah tidak memberi arti bagi suamiku, ia lebih bahagia jika tidak ada aku yang menyusahkan hidupnya. Akhirnya aku membuat keputusan untuk pergi meninggalkan semua ini, selamat tinggal suamiku Biarkan aku dan anakmu serta yang kau benihkan di rahimku ini hidup bersama meski kami hidup susah, takkan ku abaikan anak-anakku ini.

Akhirnya, anakku dilahirkan dan telah diberi nama Annaz Naufal, aku pun telah diceraikan talak 1, itupun melalui SMS saat aku baru saja pergi ke luar rumah. Alasan aku diceraikan karena aku dianggap sebagai istri yang tak berguna. Aku kembali ke pangkuan keluargaku, dan bekerja di pabrik perabot rumah tangga di ujung kampung. Alhamdulillah aku mampu menghidupi kedua anakku.

Suatu hari tiba-tiba aku dipertemukan dengan seorang hamba Allah, beliau mengajarkan aku tentang dunia bisnis kecantikan, mula-mula aku cuma jadi sales sambil bekerja di pabrik dan menjual produk kecantikan secara online. Perlahan-lahan hidupku berubah, aku berhasil mengumpulkan uang yang tidak pernah aku lihat sebanyak itu saat masih bersama suamiku.

Kini aku mampu memilikinya sendiri dan mampu menciptakan produk sendiri hasil usahaku selama ini serta tawakal. Dan alhamdulillah hidupku jauh lebih berubah, dan sejak usiaku 25 tahun, aku sudah terkenal dengan produk kecantikan keluaranku sendiri. Sekarang aku mampu membeli apartement hasil kerja kerasku selama ini, mampu membeli mobil walau dengan cara kredit dengan bank dan yang terpenting ibu dan ayahku ku bawa tinggal bersamaku.

Sekarang mantan suamiku hampir setiap malam menelpon dan SMS, merayu dan memohon maaf serta menyesal karena telah menyia-nyiakan aku dulu. Dengan alasan merindukan anak, padahal saat Naufal lahir, dia tak pernah ambil pusing baik dari segi uang maupun segalanya. Alasan anak juga dia gunakan untuk meminta rujuk dengan ku, ditambah lagi istrinya tidak pernah mau tahu tentang makan dan minumnya ketika dia masuk rumah sakit karena kecelakaan saat pulang dari kantornya. Rumahnya seperti kapal pecah, sering keluar berfoya-foya bersama kawan-kawan dan sering melawan apabila ditegur oleh mantan suaminya, dan tidak pandai memasak.

Untuk para wanita di luar sana, buktikan kepada kaum laki-laki bahwa kita juga mampu berdiri di kaki kita sendiri, yakin dengan rezeki Allah. Dan kepada mantan suamiku, maaf ludah yang sudah terjatuh tak kan kujilat lagi, saya sudah bergelar janda sekarang, Janda bukan sembarang janda, tapi janda yang tak menggangu suami orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *