METROPOLITAN – Seiring dengan perkembangan teknologi, hidup kita semakin dimudahkan, mulai dari pembelian makanan, pembelian tiket bioskop, bahkan sampai dengan pembelian barang dari luar negeri. Pembelian barang secara online, khususnya untuk barang dari luar negeri, biasanya tidak lepas dari metode pembayaran yang diterima oleh seluruh dunia yaitu kartu kredit.

Apakah anda termasuk orang yang pernah berbelanja online menggunakan kartu kredit?Berdasarkan data, sebanyak ratusan ribu identitas online telah diretas dan disalahgunakan.

Seringkali peretas akan menggunakan kartu kredit yang berhasil didapatkan untuk dibelanjakan secara online.

Proses sanggahan transaksi tidak semudah yang dibayangkan, karena perlu ada laporan ke pihak kepolisian, sampai proses investigasi dari bank yang ketat. Alhasil pada saat bank menyatakan transaksi valid, maka anda akan dibebankan hutang untuk melunasi, atau masuk ke dalam daftar blacklist di Bank Indonesia.

Proses keamanan dari pihak penyedia kartu kredit memang terus ditingkatkan, mulai dari adanya kode yang dikirimkan ke handphone pada saat transaksi. Akan tetapi, realita yang terjadi berbeda dengan teori dan fasilitas yang disampaikan. Masih cukup banyak merchant di internet yang mengabaikan fitur keamanan ini, sehingga hal ini menjadi sasaran empuk bagi peretas untuk menguras isi kartu kredit.

Selain itu, dari pihak bank biasanya menyediakan fasilitas Virtual Card Number / VCN yang menambah kepercayaan anda dalam melakukan transaksi online melalui kartu kredit.

Andreas Kurniawan, pemilik dari usaha Jasa Perantara, mengatakan bahwa usaha ini sudah dijalaninya selama lebih dari 5 tahun dan terus berkembang. Animo masyarakat untuk menghindari risiko dalam bertransaksi secara online terus meningkat. Omset dalam satu tahun yang tadinya hanya ratusan juta saat ini sudah milyaran rupiah. “Total order yang sudah kami proses saat ini sudah lebih dari 10.000 order, dan pelanggan terus merekomendasikan ke teman atau saudaranya karena pelayanan kita yang profesional dan didukung oleh sistem yang canggih,” kata Andreas.

Dengan adanya jasa ini, maka pembelian online yang tadinya berisiko tinggi menjadi tidak ada kekhawatiran lagi, karena seluruh risiko dalam penggunaan kartu kredit ditangani oleh Jasa Perantara. Selain itu, pelanggan mendapatkan keuntungan lebih karena bisa mendapatkan voucher setiap 10 kali testimoni pembelian.

(dtk/mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here