METROPOLITAN – Stoke City memberhentikan Mark Hughes dari posisi manajer. The Potters tak punya pilihan lain karena Hughes tak bisa memberi hasil yang menggembirakan belakangan ini. Stoke cuma menang dua kali dalam sepuluh pertandingan terakhirnya di Premiere League dan menelan tujuh kekalahan. Serangkaian hasil buruk itu membuat posisi mereka di klasemen sementara terjun bebas.

Stoke terlempar ke peringkat ke-18 karena baru mengumpulkan 20 poin dari 22 pertandingan. Jumlah poin mereka cuma lebih baik daripada West Bromwich Albion dan Swansea City. Stoke menganggap pergantian manajer adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki keadaan. Mereka pun memecat Hughes, yang sudah menjadi manajer mereka selama empat setengah tahun terakhir.

Hughes, 54 tahun, mendapatkan surat pemecatan tak lama setelah timnya disingkirkan klub League Two, Coventry City, di babak ketiga Piala FA, Sabtu (6/1).  “Stoke City bisa mengonfirmasi bahwa kontrak manajer Mark Hughes telah diputus. Kami ingin berterima kasih kepada Mark atas semua yang dia capai untuk klub selama empat setengah tahun terakhir, terutama membawa kami finis di posisi kesembilan Premiere League  dalam tiga musim secara beruntun, dan kami mendoakan dia sukses di masa mendatang,” tulis Stoke dalam pernyataannya.

Hughes menjadi manajer ketujuh yang dipecat di Premier League musim ini. Dia bernasib sama seperti Frank de Boer (Crystal Palace), Craig Shakespeare (Leicester City), Ronald Koeman (Everton), Slaven Bilic (West Ham United), Tony Pulis (West Bromwich Albion), dan Paul Clement Swansea City.

(de/suf)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here