METROPOLITAN – Pembahasan mengenai rencana pemisahan daerah pemilihan (dapil) Bogor Timur-Tengah terus dilakukan KPU Kota Bogor. Kali ini, pembahasan dilakukan dengan seluruh partai politik (parpol) di kota hujan. Dari hasil pembahasan tersebut, didapati sebanyak lima partai menyetujui dan sebelas parpol tidak menyetujui. Adapun kelima partai yang menyetujui rencana pemisahan dapil ini diantaranya Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, Partai Garuda serta Partai Berkarya.

Sedangkan, kesebelas partai yang tidak menyetujui terdiri dari Partai NasDem, PKB, PKS, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PPP, Partai Hanura, PBB, PKPI, Perindo serta PSI. “Kalau yang sudah memberikan pandangannya secara tertulis baru Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Gerindra serta Partai Berkarya,” kata Anggota Komisioner KPU Kota Bogor, Samsudin, usai mengikuti kegiatan uji publik di Hotel Izzy, Kelurahan Ciheulet, Kecamatan Bogor Timur, kemarin.

Samsudin menyatakan bahwa usulan penataan dapil dari parpol ini akan berpengaruh terhadap keputusan penetapan dapil di pileg 2019. Karena usulan ini akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan KPU RI dalam mengeluarkan surat keputusan (SK) pilihan dapil. Apakah tetap lima dapil atau enam dapil. “Kalau saya melihat sih tetap ada pengaruhnya,” ucapnya.

Hanya, sambung Samsudin, jumlah usulan terbanyak yang diserahkan parpol tidak akan berpengaruh terhadap keputusan KPU RI. Karena pengumpulan usulan ini bukan voting, untuk menentukan pemenangnya siapa, tetapi KPU RI hanya ingin mendengarkan masukan dan pendapat dari masyarakat, dalam hal ini stakeholder terkait seperti pemerintah dan parpol. “Jadi pengaruh atau tidak, menurut saya tidak. Karena KPU RI hanya ingin mendengarkan. Kalau pun seandainya yang mengusulkan dipisah hanya lima parpol, tetapi usulan itu dibarengi dengan argumentasi yang kuat dan dapat diterima, tidak menutup kemungkinan opsi 6 dapil ini akan dipilh,” imbuh dia.

Dengan begitu, Samsudin meminta agar parpol yang belum menyerahkan usulan mengenai penataan dapil ini dapat mengumpulkan ke KPU Kota Bogor paling lambat pada Rabu (14/2). Hal itu sesuai dengan kesepakatan yang diambil pada agenda uji publik, kemarin. “Sebenarnya ini imbauan. Hanya sebagai bagian yang berkepentingan terkait penataan dapil, kita harapkan mereka menyerahkan opsi manapun yang mereka pilih. Pilihan itu pun berdasarkan kepada argumentasi yang kuat,” pintanya.

Setelah ini, tambah Samsudin, ia akan menunggu terlebih dahulu usulan dari parpol diserahkan ke KPU Kota Bogor. Lalu dilanjutkan dengan penyerahan usulan-usulan yang sudah didapat untuk diserahkan ke KPU RI melalui KPU Provinsi Jawa Barat. “Jadi usulan dari parpol dan stackholder kita akan serahkan di tanggal 28. Kemungkinan SK turun di bulan April atau 12 bulan sebelum pemilihan pileg 2019,” ujarnya.

Sebelumnya, ada dua opsi yang dimiliki KPU mengenai penetapan dapil pada pileg Kota Bogor 2019. Yakni, tetap menggunakan lima dapil seperti di pileg 2014 atau menggunakan enam dapil disesuaikan dengan kecamatan. Dengan rincian, dapil Bogor Tengah dengan lima kursi, dapil Bogor Timur dengan lima kursi, dapil Bogor Selatan dengan sepuluh kursi, dapil Bogor Utara dengan sepuluh kursi serta dapil Tanah Sareal dengan sepuluh kursi.

(rez/b/ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here