Bekerja pada dunia malam harus ekstra hati-hati terutama menyangkut kesehatan. Sekali teledor, bisa berakibat fatal. Inilah yang akhirnya terjadi pada diriku. Aku terjangkit penyakit kelamin. Bersamaan denganku, ada teman satu ‘’kantor’’ ku yang beberapa hari lalu di pulangkan ke kampung, setelah dokter menyatakan ia positif terkena HIV/AIDS. Dan beberapa bulang berikutnya ia di kabarkan meninggal dunia.

Astagfirullah! betapa takutnya aku saat itu. Apalagi aku sendiri sedang terbaring di ranjang menahan rasa sakit. Karena kondisiku semakin kritis, aku bahkan harus dilarikan ke rumah sakit. Ya allah, rasanya aku belum siap kembali ke pangkuanMU dalam keadaan berlumur dosa. Sekiranya Engkau memberiku waktu untuk membenahi jalan hidupku. Aku berjanji akan kembali ke jalanMU.

Namun Tuhan tampaknya masih ingin menguji kesungguhanku. Aku tetap di biarkan terbaring tanpa daya. Kepercayaan diriku hilang, uangpun ludes untuk biaya rumah sakit. Aku akhirnya tak punya apa-apa lagi. Untungnya, ada Pak Mus, pelanggan yang tak pernah ngajak kencan ini sering mengunjungiku di bangsal. Laki-laki ‘’STW’’ ini selalu memberiku semangat dan wejangan agar kuat mengahadapi cobaan. Ah, benarkah ini adalah hukuman?

Pak Mus yang ternyata seorang pegawai PJTKI bahkan sampai bersusah payah menjemput orang tuaku di kampung. Ia mengaku sebagai bosku di restauran. Ya allah bertambah dosa aku melihat tetesan air mata orang tuaku. Apalagi mereka bilang, akutak perlu membunuh dan menghukum mereka dengan lari dari rumah. Duh, ingin aku menyembah dan meminta ma’af pada mereka. Tapi aku sudah tak bisa berbuat apa-apa selain terbaring di rarnjang dengan infus di tangan.

Kedatangan orang tua setelah sekian lama berpisah ternyata membawa keajaiban. Tiga hari sejak pertemuan itu, aku di nyatakan sembuh total. Ini benar-benar mukzizat yang tak terperikan. Seperti janjiku, aku bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Jalan yang diridloi Allah swt. Melalui Pak Mus pula, aku akhirnya berangkat ke Hong Kong. Melalui kehidupan baru sebagai TKW. Semoga aku belum terlambat untuk menuai kasih sayangNYA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here