TAJURHALANG – Setelah persoalan kelangkaan gas elpiji 3 kg berlalu, kini persoalan baru kembali muncul, tabung gas melon tersebut mudah bocor sehingga membahayakan keselamatan warga penggunanya.

Salah seorang warga Kampung Jampang Desa Kalisuren Agus (24) mengungkapkan, bahwa saat ini tabung gas elpiji 3 kg mudah bocor. Parahnya kebocoran tersebut biasa terjadi ketika tabung gas tengah digunakan.

“Sekarang itu tabung gas mudah bocor. Kebocoran terjadi setiap kali ganti tabung dan ketika dipasang ke kompor. Terkadang saat dipasang tidak bocor, tetapi pas digunakan tiba-tiba muncul bau gas. Ternyata tabung gas bocor,” bebernya kepada Metropolitan, kemarin.

Dia mengungkapkan, penyebab tabung mudah bocor karena disebabbkan karet klep yang sudah mengeras atau kendur. Parahnya lagi di setiap warung atau agen yang menjual tidak pernah memberikan karet klep jika tidak diminta terlebih dahulu. Bahkan sering kali karet klep tidak ada walau diminta sekalipun.

“Jadi yang saya amati karetnya itu mudah keras, sehingga menciut dan mengendur. Saya tiap kali beli gas suka minta karet klepnya. Tapi sering kali tidak dikasih dengan alasan tidak ada atau habis. Lah kalo gitu kan gas tidak bisa dipasang, kan bahaya kalo dipaksakan. Padahal setahu saya itu (karet klep) sudah termasuk yang kita bayar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 02/09 Surip mengatakan, selain gampang bocor, sekarang itu gas tak pernah penuh. Ketika dipasang di regulator jarum penunjuk tidak pernah ful. Terkadang hanya setengah bahkan bisa dibawah itu. “Ya mungkin bocor dari sana,” cetusnya.

“Konsumen telah dirugikan dan tolong para agen gas diperhatikan jangan sampai ada pembeli yang dirugikan,” pungkasnya.

(khr/b/sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here