METROPOLITAN – Sejak diresmikan 7 Feburari lalu, Bus JAConexion Jabodetabek Airport jurusan Ramayana Tajur Bogor – Bandara Soekarno Hatta nampak sepi pengunjung. Hal itu disinyalir diantaranya karena kurangnya sosialisasi moda transportasi besutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) ini ke masyarakat Kota Bogor.

“Sejak diresmikan dari tanggal 7 kemarin, belum ada yang naik, sepi terus. Sementara sih baru ada lima bis yang stand by, ini aja bus ke empat masih belum ada yang naik juga. Pulangnya saja kalau dari bandara cuma bawa dua orang ke Ciawi,” kata seorang pegawai Bus JAConnexion yang namanya enggan dikorankan.

Menanggapi hal itu, Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, pihaknya memang tidak terlalu memasang targat tinggi untuk moda transportasi publik ini. Menurutnya, sejak mendapatkan izin untuj beroperasi beberapa waktu lalu, bus ini diadakan sebagai salah satu upaya merubah pola masyarakat ke transportasi publik, dibanding membawa kendaraan pribadi, khususnya yang menuju Bandara Soekarno Hatta. “Kami sampaikan, target kami adalah menciptakan demand, dengan pola jemput bola (kepada penumpang), agar kertarikan orang untuk beralih ke angkutan massal semakin meningkat,” katanya kepada Metropolitan,kemarin.

Menurut Bambang, BPTJ belum terlalu melihat bagaimana target yang harus dicapai, karena nantinya akan dievaluasi. “Operasi dulu, nanti kami lihat perkembangannya seperti apa. Rencana besarnya memindahkan mereka yang biasa naik pribadi, ke Bandara Soetta khususnya, tinggal naik bus ini saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Dalam Kota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Ari Priyono mengatakan, pelayanan ini ada kurang lebih 20 bus yang disediakan, dengan tarif Rp50 ribu untuk sekali keberangkatan. “Dari Bogor, paling pagi jam 02:00 WIB, paling malam jam 20:00 WIB, sedangkan dari bandara paling pagi jam 05:00 WIB dan paling malam jam 23:00 WIB. Keberangkatan insya Allah akan tiap jam,” ujarnya.

Ari menambahkan,untuk evaluasi, sepenuhnya ada di BPTJ, karena Dishub Kota Bogor hanya memfasilitasi operasi bus tersebut. “BPTJ sarankan di Ramayana, Tajur, kami fasilitasi, makaya evaluasi, pengawasan, pegawai, semua dari BPTJ,” tutupnya.

(ryn/b/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here