Dedie Kampanyekan Bogor Bebas Sampah di Ranggamekar

by -23 views

METROPOLITAN – Ada yang menarik perhatian calon wakil wali kota Bogor, Dedie A Rachim, saat kampanye di Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, kemarin. Seorang warga dengan secara sengaja membuang sampah ke Sungai Cisadane. Hal ini pula yang jadi perhatian pendamping Bima Arya untuk mencarikan solusi penyelesaian persoalan ini. “Selain sampah produksi rumah tangga, terlihat juga dominan sampah dari limbah industri rumahan sepatu dan sandal,” kata Dedie.

Dengan begitu, mantan pejabat KPK ini pun mengajak warga untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Yakni dengan tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah sebelum dibuang. “Saya mengajak warga untuk mulai memilah dan memilih sampah dari rumah. Untuk mewujudkan Bogor bersih sampah, kita semua baik pemerintah maupun warga harus memiliki komitmen dan melakukan langkah sinergi berkelanjutan. Kita kurangi sampah mulai dari rumah, kita bersihkan sampah lingkungan sekitar dan wujudkan budaya bersih,” ajaknya.

Selain itu, Dedie juga menyempatkan diri melihat langsung proses pengelolaan dan pengolahan sampah yang ada di Ranggamekar. Dedie terlihat salut atas dedikasi para pekerja yang rela ‘berteman’ dengan sampah setiap hari. “Tadi saya ngobrol dengan para pekerja di TPS 3R. Setiap hari mereka menerima sampah rumah tangga hampir 100 kg per hari dari dua RW. Kemudian merika pilah mulai dari sampah organik, sampah non organik dan residu. Yang sulit didaur ulang itu sampah residu, seperti popok bayi dan pembalut wanita,” ucap dia.

Dari situ, lanjut Dedie, pekerja kemudian mengolah sampah menjadi sebuah produk yang bernilai. Mulai dari gas, cairan kompos dan lain sebagainya. Bahkan di Bank Sampah Ranggamekar, Dedie sempat membeli produk kerajinan tangan dari limbah bungkus kopi yang disulap menjadi tikar. “Produk-produk daur ulang ini bahkan sudah sampai luar negeri,” imbuhnya.

Melihat hal tersebut, Dedie pun menyatakan akan merumuskan formula agar unit-unit pengelolaan sampah juga harus dimaksimalkan dan ditambah. Tidak hanya ada di tingkat kecamatan, melain kan juga di tingkat kelurahan. “Bahkan agar lebih masif lagi idelanya TPS 3R ini ada di setiap RW. Akan kami arahkan ke sana. Karena menurut data, saat ini produksi sampah Kota Bogor mencapai 550 ton perhari. Dari angka itu baru sekitar beberapa persen yang diolah masyarakat baik melalui bank sampah dan TPS 3R. Sisanya masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga,” tandasnya.

(rez/b/ram)